Follow detikFinance
Selasa 12 Sep 2017, 09:31 WIB

BTN Buka Peluang Turunkan Bunga Kredit 0,25%

Eduardo Simorangkir - detikFinance
BTN Buka Peluang Turunkan Bunga Kredit 0,25% Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Langkah Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan dari 4,75% menjadi 4,5% membuat perbankan melihat adanya potensi untuk pelonggaran suku bunga kredit. Salah satunya adalah bank pelat merah, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), yang fokus pada penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR).

Menurut Direktur Konsumer Bank BTN, Handayani, pihaknya tengah melihat situasi pasar di kuartal IV untuk melakukan pelonggaran suku bunga kredit KPR. Namun, dia mengakui pelonggaran ini nantinya hanya untuk pasar tertentu yang dirasa memiliki resiko kredit macet yang rendah.

"Pasti kita akan adjust memberikan kemudahan tadi. Tapi pasti nanti kita juga berdasarkan segmentasi market-nya juga, enggak for all. Tentu market segmented adalah yang resikonya lebih rendah, itu kita berikan insentif bunga yang lebih baik," katanya kepada detikFinance saat ditemui di Jakarta, Senin (11/9/2017).

Contoh pasar khusus yang memiliki resiko lebih rendah kata dia adalah konsumen dengan pekerjaan yang memiliki pendapatan tetap seperti pegawai negeri, pegawai BUMN, TNI/Polri.

"Ini termasuk segmen dengan kategori yang risikonya rendah (moderate to loan). Itu kita kasih kemudahan bunga. Karena premium risk-nya juga enggak terlalu tinggi untuk itu," tutur Handayani.

Selain melonggarkan suku bunga KPR, pihaknya juga akan memberi insentif lewat bonus-bonus tambahan seperti keringanan biaya administrasi yang selama ini dibebankan kepada debitur.

"Jadi bukan cuma bunga saja yang nanti kita coba turunkan, tapi misalnya kemudahan biaya provisi. Karena itu juga yang menjadi salah satu kendala bagi debitur karena mereka juga harus menyediakan uang di depan. Itu juga akan kita buat lebih mudah," ungkapnya.

Lantas berapa suku bunga KPR ini bisa turun? Handayani mengakui angka 25 basis poin menjadi yang paling realistis bisa dipilih, sementara untuk penurunan lebih tinggi, mungkin akan bekerja sama dengan developer tertentu yang memiliki kualitas bangunan lebih baik.

"Kita coba lihat di kuartal empat ini. Kira-kira segitu (25 basis poin)," tukasnya. (eds/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed