Follow detikFinance
Kamis 26 Oct 2017, 18:54 WIB

Ini Kondisi Terakhir Lembaga Jasa Keuangan RI

Danang Sugianto - detikFinance
Ini Kondisi Terakhir Lembaga Jasa Keuangan RI Foto: Ari Saputra
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menggelar Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada Rabu malam. Hasilnya, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan dan kondisi likuiditas di pasar keuangan Indonesia dalam kondisi terjaga.

Di sektor perbankan, OJK mencatat pada September 2017 kredit perbankan tumbuh 7,86% secara year on year. Sedangkan pada Agustus 2017 tumbuh 8,26%. Sementara untuk dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan tumbuh 11,69% per September 2017.

"Dari sisi penghimpunan dana, kinerja penghimpunan dana LJK (Lembaga Jasa Keuangan) cukup solid," kata Plt Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK, Anto Praboso, dalam keterangan resmi hasil RDK OJK, Kamis (26/10/2017).

Dari sisi risiko kredit, OJK juga melihat saat ini masih dalam kondisi terjaga. OJK mencatat rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross sebesar 2,93%, sementara NPL di Agustus 2017 di posisi 3,05%.

Sementara untuk piutang pembiayaan tumbuh lembaga jasa keuangan tumbuh sebesar 8,16%. Catatan itu diiringi dengan catatan rasio Non Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan yang membaik menjadi 3,18%.

Adapun pertumbuhan premi asuransi jiwa tercatat meningkat menjadi 37,8% yoy dari posisi Agustus 36,5% yoy. Lalu pertumbuhan premi asuransi umum dan reasuransi juga meningkat menjadi 4,35%.

Sedangkan di sektor pasar modal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih meningkat 0,6% pertumbuhan bulanan pada September 2017. Menariknya lagi kemarin IHSG kembali pecah rekor baru di level 6.025.

Penguatan IHSG tersebut di tengah adanya net sell non residen sebesar Rp 11,2 triliun. Sementara itu, investor non residen masih mencatatkan net buy di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 34,2 triliun, sedangkan dilihat dari awal tahun sebesar Rp 153,5 triliun.

"Hal ini mendorong yield SBN tenor jangka pendek, menengah dan panjang masing-masing turun sebesar 15,1 basis poin (bps), 14,6 bps, dan 24,8 bps," tambah Anto.

OJK juga mencatat, pada periode Januari-September 2017 terdapat 118 emiten yang melakukan penghimpunan dana melalui pasar modal dengan nilai sebesar Rp 182,2 triliun. Angka itu meningkat 32,1% dibandingkan periode yang sama 2016 yang jumlah emitennya sebanyak 87 emiten.

Dari 118 emiten yang melakukan penghimpunan dana tersebut, terdapat 29 emiten baru sehingga target 21 emiten baru di 2017 telah tercapai. (wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed