Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 07 Mar 2018 14:44 WIB

R&I Naikkan Peringkat Surat Utang RI

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Andhika Akbarayansyah Foto: Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Indonesia kembali mendapatkan peningkatan peringkat surat utang dari lembaga pemeringkat dunia. Kali ini giliran lembaga pemeringkat Rating and Investment Information, Inc. (R&I) yang meningkatkan Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia (RI) atau peringkat surat utang pemerintah RI dari BBB- atau outlook positif menjadi BBB atau outlook stabil pada 7 Maret 2018.

Demikian bunyi keterangan resmi Bank Indonesia, seperti dikutip detikFinance, Rabu (7/3/2018).

Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo mengatakan, perbaikan rating surat utang Indonesia ke level BBB oleh R&I merupakan ketiga kalinya setelah sebelumnya peningkatan rating juga diberikan oleh Fitch dan JCR. Hal ini pun dianggap semakin mengukuhkan keyakinan dunia internasional atas kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang semakin kuat.



Agus bilang, pengakuan tersebut didukung oleh efektivitas kebijakan pemerintah dan otoritas dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta komitmen Pemerintah dalam mengimplementasikan reformasi struktural.

"Momen positif ini perlu dipertahankan bersama untuk memastikan terjaganya stabilitas perekonoman sehingga mendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin kuat, berkelanjutan, dan inklusif. Dalam kaitan ini, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan termasuk menempuh langkah-langkah stabilisasi nilai tukar agar sesuai nilai fundamentalnya dan upaya pendalaman pasar keuangan untuk menjaga stabilitas perekonomian," kata Agus.

Dalam siaran persnya, BI menyatakan bahwa R&I menyebut faktor kunci yang mendukung kenaikan peringkat surat utang Indonesia adalah perekonomian Indonesia yang terus menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan inflasi yang rendah dan stabil, defisit fiskal yang terjaga, serta utang pemerintah yang rendah.



Ketahanan ekonomi Indonesia juga dinilai semakin baik dalam menghadapi gejolak eksternal, tercermin dari defisit transaksi berjalan yang rendah dan cadangan devisa yang besar. Selain itu, pembangunan infrastruktur menunjukkan kemajuan dan iklim investasi semakin membaik.

R&I juga mencatat bahwa upaya Pemerintah dalam meningkatkan penerimaan pajak antara lain melalui penguatan basis data perpajakan dinilai cukup baik.

Lebih lanjut, R&I meyakini bahwa kebijakan yang berfokus pada stabilitas makroekonomi dan rangkaian inisiatif reformasi struktural akan terus berlanjut di tengah berbagai agenda politik yaitu Pilkada 2018 serta Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden 2019.



R&I memandang tren pertumbuhan ekonomi diperkirakan terus berlanjut, inflasi akan berada pada kisaran 3-4% didukung kebijakan moneter yang prudent, stabilitas sistem keuangan akan tetap terjaga, defisit transaksi neraca berjalan akan sedikit melebar pada kisaran 2%, dan defisit fiskal akan berada di bawah pagu yang ditetapkan sebesar 3% terhadap PDB.

R&I sendiri sebelumnya juga telah memperbaiki outlook SCR Republik Indonesia dari Stable menjadi positive, sekaligus mengafirmasi rating pada BBB- (Investment Grade) pada 5 April 2017. (eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed