Follow detikFinance
Kamis, 08 Mar 2018 16:55 WIB

Laba Bersih BCA Tembus Rp 23,3 Triliun Sepanjang 2017

- detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sepanjang 2017 membukukan laba bersih sebesar Rp 23,3 triliun tumbuh 13,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 20,6 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan peningkatan laba bersih ini sejalan dengan pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga terutama pada dana giro dan tabungan.

"Profitabilitas BCA juga didukung oleh berbagai program efisiensi serta pembentukan cadangan kredit bermasalah yang lebih rendah sejalan dengan kualitas kredit yang tetap terjaga," kata Jahja dalam konferensi pers di Bali Room Hotel Kempinsky, Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Dia menambahkan pendapatan operasional yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya tercatat Rp 57 triliun tumbuh 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 53,8 triliun.


Pendapatan bunga bersih BCA sepanjang 2017 tercatat Rp 41,8 triliun tumbuh 4,1% sedangkan pendapatan operasional lain tercatat Rp 15,1 triliun tumbuh 11,5%. Penyaluran kredit BCA sepanjang 2017 tercatat Rp 468 triliun tumbuh 12,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Untuk kredit korporasi tercatat Rp 177,3 triliun tumbuh 14,5%. Pada kuartal IV 2017, BCA melihat tingginya pencairan kredit korporasi sejalan dengan siklus peningkatan permintaan kredit pada akhir tahun," ujar dia.

Sementara untuk kredit konsumer RP 122,8 triliun tumbuh 12,1% didukung oleh produk kredit konsumer yang kompetitif. Pada portofolio kredit konsumer, kredit pemilikan rumah (KPR) meningkat 14,2% menjadi Rp 73 triliun dan kredit kendaraan bermotor (KKB) naik 10% menjadi Rp 38,3 triliun pada tahun 2017.

Pada periode yang sama outstanding kartu kredit meningkat 6,9% menjadi Rp 11,5 triliun. Sementara itu, kredit komersial dan UKM tumbuh 10,3% menjadi Rp 167,5 triliun.


Rasio kredit bermasalah BCA tercatat 1,5% pada akhir 2017. Cadangan kredit yang dibentuk tercatat Rp 14,6 triliun meningkat 5,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah tercatat sebesar 190,7%.

BCA mempertahankan posisi likuiditas dan permodalan yang sehat. Rasio kredit terhadap pendanaan tercatat 78,2% dan rasio kecukupan modal (CAR) 23,1%.

Dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp 581,1 triliun tumbuh 9,6% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 530,1 triliun. Untuk dana murah berkontribusi 76,3% dari total DPK yakni sebesar Rp 443,7 triliun. Untuk giro tumbuh 9,7% menjadi Rp 151,3 triliun dan dana tabungan naik 8,2% menjadi Rp 292,4 triliun. (Sylke Febrina Laucereno/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed