Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Apr 2018 10:59 WIB

Tak Kunjung Kesampaian, Kapan RI Bisa Ubah Rp 1.000 Jadi Rp 1?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Zaki Alfarabi Ilustrasi/Foto: Zaki Alfarabi
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Perry Warjiyo mengungkapkan akan melanjutkan rencana redenominasi rupiah. Namun tetap sesuai dengan arahan pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan.

Menanggapi hal tersebut ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan sebenarnya redenominasi atau penyederhanaan nilai mata uang ini memiliki tujuan yang baik.

"Yakni membuat transaksi keuangan lebih simpel dan diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat," kata Bhima saat dihubungi detikFinance, Rabu (4/4/2018).



Namun untuk menjalankan dan mendapatkan keberhasilan dari rencana ini harus dilihat sejumlah kondisi ekonomi. Misalnya, Indonesia harus belajar dari negara-negara yang telah berhasil menerapkan redenominasi ini seperti Turki, yang menerapkan beberapa syarat dalam redenominasi. Seperti stabilnya nilai tukar rupiah, angka inflasi yang terkendali dan fundamental perekonomian juga harus dalam kondisi yang baik.

"Dalam konteks ini perekonomian Indonesia diprediksi dalam waktu lima tahun ke depan masih menghadapi tekanan eksternal maupun internal yang cukup besar," ujar dia.

Dia menjelaskan, saat ini pertumbuhan ekonomi masih berada di kisaran 5%, kemudian untuk daya beli masyarakat saat ini masih dalam tahap pemulihan. Selain itu akibat kenaikan harga minyak mentah dunia juga turut meningkatkan risiko inflasi akibat penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.



Kemudian dari sisi nilai tukar dolar sekarang berada di kisaran Rp 13.700 hingga Rp 13.800 pada akhir 2018.

"Kalau redenominasi dilakukan secara terburu-buru, justru kepercayaan masyarakat bisa turun," ujarnya.

Bhima menjelaskan, redenominasi ini juga membutuhkan persiapan dan sosialisasi yang lama. Seperti Turki membutuhkan waktu 10 tahun untuk penyederhanaan nilai mata uang ini.

"Kesimpulannya RUU Redenominasi kecil kemungkinan dibahas dalam prolegnas 2018," imbuh dia.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com