Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 06 Mei 2018 19:30 WIB

Anak Usaha Bukopin Bidik Pembiayaan Rp 1,3 T Sepanjang 2018

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Anak usaha bank Bukopin yang bergerak di sektor multifinance PT Bukopin Finance menargetkan untuk dapat menyalurkan pembiayaan senilai total Rp 1,3 triliun pada tahun 2018, tumbuh 80% dibandingkan dengan realisasi pembiayaan pada tahun 2017.

Direktur Utama PT Bukopin Finance Tri Djoko Roesiono mengungkapkan prospek industri pembiayaan pada tahun 2018 akan terus tumbuh seiring dengan laju pertumbuhan pasar otomotif di Tanah Air.

"Kami optimis target pembiayaan tersebut akan tercapai melalui sinergi dengan perusahaan di dalam grup dan ekspansi jaringan outlet secara agresif," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (6/5/2018).


Bukopin Finance merupakan salah satu anak perusahaan Bank Bukopin. Tiga perusahaan di dalam kelompok Bukopin, yaitu Bank Bukopin, Bukopin Finance, dan Bank Syariah Bukopin pada tahun ini telah merealisasikan sinergi dalam penyaluran pembiayaan otomotif.

Melalui sinergi tersebut, seluruh pembiayaan otomotif pada grup Bukopin kini diproses di Bukopin Finance.

Tri Djoko mengungkapkan pada tahun 2017 pembiayaan yang disalurkan Bukopin Finance mencapai Rp725 miliar atau sekitar 4.000 unit. Angka tersebut meningkat 74% dibandingkan dengan realisasi pembiayaan pada tahun 2016 yang tercatat sebesar Rp417 miliar dengan volume sebanyak 1.100 unit.

Sebagai bagian dari ekspansi bisnis, Bukopin Finance memperluas jaringan outlet dari 18 outlet pada tahun 2017 menjadi 38 outlet pada semester I tahun 2018. Pada semester II-2018 Bukopin Finance merencanakan untuk menambah jaringan sehingga secara keseluruhan mencapai 50 outlet yang tersebar di 50 kota.

Untuk mempercepat dan memudahkan proses persetujuan pengajuan pembiayaan baru dan penagihan, Bukopin Finance telah menerapkan sistem dan aplikasi mobile survey dan mobile collection. Melalui strategi tersebut, proses persetujuan pembiayaan di Bukopin Finance saat ini menjadi lebih singkat, efektif dan efisien.

Guna mempermudah nasabah dalam melakukan pembayaran cicilan, Bukopin Finance juga telah memperluas jaringan pembayaran sehingga pelanggan dapat melakukan pembayaran melalui sejumlah gerai minimarket dan ATM.

Sebagai bagian dari sinergi dengan Bank Bukopin, saat ini juga tengah dikembangkan channel pembayaran melalui jaringan PPOB (Payment Point Online Bukopin) yang saat ini mencapai 31.000 outlet.


Selain pembiayaan konvensional, Bukopin Finance juga memiliki Unit Usaha Syariah untuk menyalurkan pembiayaan otomotif dengan prinsip syariah. Pasar kendaraan bermotor roda empat di Tanah Air pada tahun 2018 diprediksi mencapai 1,1 juta unit, tumbuh dibandingkan dengan realisasi penjualan pada tahun 2017 yang mencapai 1,06 juta unit.

Seiring dengan itu, pasar mobil bekas di Tanah Air pada tahun ini diprediksi juga akan semakin bergairah.

Selain ekspansi jaringan, Bukopin Finance juga melakukan diversifikasi produk untuk memacu pertumbuhan pembiayaan pada tahun ini. Salah satu diversifikasi yang dilakukan adalah dengan melakukan ekspansi dari yang selama ini fokus pada pembiayaan mobil bekas, saat ini mulai masuk ke pembiayaan mobil baru dan kendaraan niaga. Diversifikasi lain yang dilakukan Bukopin Finance adalah penyediaan produk multiguna jaminan fixed asset. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed