Follow detikFinance
Rabu, 18 Jul 2018 18:23 WIB

BNI Salurkan Kredit Rp 457,8 T Sepanjang Semester I-2018

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: dok BNI Foto: dok BNI
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 457,81 triliun sepanjang semester I 2018. Kredit ini tumbuh 11,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tahun lalu, kredit BNI sepanjang semester I sebesar Rp 412,18 triliun.

Direktur BNI Tambok Setyawati menjelaskan pertumbuhan kredit tersebut didorong oleh pertumbuhan kredit korporasi swasta sebesar 11,6% year on year (yoy) terutama industri manufaktur, transportasi dan komunikasi, konstruksi dan perdagangan.

Kemudian kredit kepada badan usaha milik negara (BUMN) 8,6%. Kredit segmen kecil juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 14%. Sementara untuk kredit medium, BNI menjaga pada pertumbuhan yaitu 8,5% year on year.

"Kredit payroll masih menjadi prioritas BNI dalam menumbuhkan segmen konsumer. Semester pertama 2018, payroll loan mencatatkan pertumbuhan 50,8%," kata Tambok dalam konferensi pers di Gedung BNI, Jakarta, Rabu (18/7/2018).



Pada Semester I Tahun 2018, Kartu Kredit dan BNI Griya (Kredit Pemilikan Properti) juga mencatatkan pertumbuhan yang membaik, masing-masing sebesar 5,5% dan 8,2% yoy.

Untuk dana pihak ketiga (DPK) BNI tercatat Rp 526,48 triliun tumbuh 13,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 463,86 triliun. Rasio dana murah sebanyak 63,8%.

Dalam upaya menghimpun dana murah, BNI terus meningkatkan hubungan baik dengan institusi-institusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pemerintah, serta mengembangkan layanan digital banking. Keberhasilan dalam upaya ini dapat dibuktikan dengan penambahan jumlah rekening sebesar kurang lebih 11,1 juta dari 27,9 juta rekening pada Semester I tahun 2017 menjadi 39,0 juta rekening pada Semester I tahun 2018.

Cost of fund membaik menjadi 2,8%, di mana sebelumnya sepanjang tahun 2017 berada pada level 3,0%. Penurunan Cost of Fund ini selain disebabkan oleh pertumbuhan dana murah, juga dikontribusi oleh strategi penurunan suku bunga deposito sebesar kurang lebih 46 basis poin sejak awal tahun 2018.

Aset BNI Semester I 2018 tercatat Rp 734,19 triliun tumbuh 16,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 631,74 triliun. Dari sisi kualitas aset, NPL Gross BNI tercatat membaik menjadi 2,1% pada akhir Juni 2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,8%.

"Perbaikan NPL tersebut dikarenakan pengelolaan kualitas aset yang terus membaik, salah satunya dengan cara melakukan ekspansi yang selektif dan prudent dengan manajemen risiko kredit yang terukur," ujarnya.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed