Follow detikFinance
Jumat, 10 Agu 2018 18:39 WIB

Defisit Neraca Pembayaran RI Naik Jadi US$ 4,3 Miliar

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatatkan defisit neraca pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II-2018 sebesar US$ 4,3 miliar. Sebelumnya defisit NPI sebesar US$ 3,9 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Statistik Yati Kurniati menjelaskan angka defisit tersebut mempengaruhi posisi cadangan devisa (cadev) akhir Juni 2018 sebesar US$ 119,8 miliar.

"Ke depan, kinerja NPI diperkirakan masih tetap baik dan dapat menopang ketahanan sektor eksternal," kata Yati dalam konferensi pers, di Gedung BI, Jakarta, Jumat (10/8/2018).


Dalam hal ini, Yati menyampaikan sejumlah langkah telah ditempuh pemerintah melalui kebijakan memperkuat ekspor dan mengendalikan impor melalui peningkatan import substitution.

Pemerintah juga terus memperkuat sektor pariwisata, terutama di empat daerah wisata prioritas untuk mendukung neraca transaksi berjalan.

"BI terus mencermati perkembangan global yang dapat mempengaruhi prospek NPI, antara lain ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi, kecenderungan penerapan inward-oriented trade policy di sejumlah negara, dan kenaikan harga minyak dunia," ujar dia.


Kemudian BI juga terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi, serta memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah dalam mendorong kelanjutan reformasi struktural


Saksikan juga video ' Mei 2018, Neraca Perdagangan RI Defisit US$ 1,52 Miliar ':

[Gambas:Video 20detik]

(kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed