Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Feb 2019 13:48 WIB

Soal GoPay & OVO, Sri Mulyani: Kita Tak Dalam Posisi Mengatur

Trio Hamdani - detikFinance
Menteri Keuangan Sri Mulyani Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance Menteri Keuangan Sri Mulyani Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyadari perkembangan teknologi begitu pesat. Saat ini muncul teknologi pembayaran digital (digital payment) seperti Go-Pay dan OVO yang makin masif digunakan masyarakat.

Lantas, apakah kekhawatiran tersebut membuat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal ambil tindakan dengan mengatur Go-Pay Cs?
Sri Mulyani Ajak Go-Pay CS Bantu Perbaiki Pengelolaan Anggaran
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bakal bersinergi dengan Go-Pay dan OVO sebagai teknologi pembayaran digital (digital payment) dalam meningkatkan pengelolaan anggaran.
"Kita melihat berbagai macam pengembangan dari apa yang disebut payment sistem itu memberikan peluang untuk sinergi dengan kita," katanya saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).
Menurutnya, kerja sama dengan penyedia pembayaran digital bisa meningkatkan pengelolaan anggaran secara lebih fleksibel.
"Kerja sama dengan berbagai macam payment sistem itu dalam rangka untuk bisa meningkatkan penggunaan anggaran secara jauh lebih fleksibel tapi akuntabel," sebutnya.
Dia meyakini dengan itu pihaknya bisa memperbaiki pengelolaan anggaran.
"Kita melihat itu sebagai opportunity, kesempatan untuk bisa berpartner bagaimana kita bisa melihat perkembangan teknologi digital itu, termasuk dalam sistem pembayaran bisa menciptakan suatu peluang untuk memperbaiki pengelolaan anggaran," jelas Sri Mulyani.
Pada kesempatan sebelumnya, Sri Mulyani meminta seluruh pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan untuk menyesuaikan perkembangan teknologi dalam menentukan suatu kebijakan ke depan.
Sri Mulyani menyebutkan bahwa sekarang ini terdapat teknologi pembayaran digital seperti Go-Pay dan OVO.
"Kita harus memahami ini, mengantisipasi, mengelola, memanage, memanfaatkan. Kalau tidak kita ketinggalan. Ini tanggung jawab yang berat," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

"Jadi saya sama sekali tidak menyampaikan (akan mengatur digital payment) itu saja ya klarifikasi, OVO, Go-Pay. Kita tidak dalam posisi mengatur," kata Sri Mulyani saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).


Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, justru yang dilakukan Kemenkeu adalah bekerja sama dengan penyedia digital payment guna meningkatkan penggunaan anggaran yang jauh lebih fleksibel dan tetap akuntabel.

"Kita melihat itu sebagai opportunity, kesempatan untuk bisa berpartner bagaimana kita bisa melihat perkembangan teknologi digital itu, termasuk dalam sistem pembayaran bisa menciptakan suatu peluang untuk memperbaiki pengelolaan anggaran," jelasnya.

"Jadi kita malah melihatnya sebagai suatu kesempatan untuk bekerja sama. Saya tidak tahu kenapa kemarin bisa menjadi persoalan yang lain ya. Tolong di-clearkan soal itu ya," tambah Sri Mulyani.


Sebelumnya dalam kesempatan berbeda, Sri Mulyani meminta pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus memiliki kesadaran dan pemahaman tentang digital dan teknologi ini.

"Tidak mungkin Kemenkeu punya gen digital kalau anda tidak memahaminya. Kita tidak mampu menyiapkan policy tentang digital payment, GoPay berbagai macam, OVO, kita seperti digiring," ujar dia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/2/2019). (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed