Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 19 Feb 2019 14:57 WIB

BNI Terbitkan Jaminan Pendanaan Proyek Rel KA di Myanmar

Akfa Nasrulhaq - detikFinance
Foto: BNI Foto: BNI
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) melalui jaringan Kantor Cabang Luar Negeri di Myanmar memperkuat layanan perbankannya melalui penerbitan jaminan uang muka (advance payment bond) dan jaminan pengerjaan (performance bond) kepada cabang luar negeri PT Wijaya Karya di Myanmar. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menggenjot pertumbuhan Trade Finance beserta Fee Based Income.

Direktur Treasury & International Banking BNI Rico Rizal Budidarmo menyampaikan penerbitan fasilitas ini dimanfaatkan untuk mendukung proyek pembangunan rel kereta api milik Myanmar Railways (MR) di Yangon, Myanmar. Pembangunan proyek sepanjang 45 kilometer ini akan membutuhkan waktu selama 2 tahun.

Rico mengungkapkan penerbitan jaminan uang muka dan jaminan pengerjaan tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang selama ini telah terjalin antara BNI dengan Myanmar Foreign Trade Bank (MFTB). MFTB merupakan bank terbesar milik pemerintah Myanmar. Peran BNI dalam proyek tersebut sangat penting untuk mendukung implementasi integrasi ekonomi di kawasan ASEAN melalui kesepakatan ASEAN Economic Community (AEC).


"Tidak hanya itu, hasil dari ekspansi bisnis dari proyek tersebut juga akan menjadi salah satu penyumbang devisa bagi Indonesia," ujar Rico, dalam keterangannya, Selasa (19/2/2019).

Untuk diketahui, volume transaksi Trade Finance BNI mengalami pertumbuhan sebesar 12,5% yaitu dari USD 40 miliar pada 2017 menjadi USD 45 miliar pada 2018. Pertumbuhan tersebut turut mendorong pertumbuhan Fee Based Income yang bersumber dari Trade Finance yaitu sebesar 25,9% yaitu Rp 1,72 triliun pada 2017 menjadi Rp 2,18 triliun pada 2018.

Rico menambahkan, Fee Based Income yang diperoleh oleh BNI pada 2018 sebesar Rp 2,18 triliun didominasi oleh transaksi ekspor yang sebesar Rp 1,6 triliun (73,4%). Sedangkan, transaksi impor berkontribusi sebesar 26,6% atau Rp 579 miliar. Volume transaksi USD 45 miliar pada 2018 juga didominasi oleh transaksi ekspor sebesar USD 26 miliar (57,6%) dan sisanya oleh transaksi impor sebesar USD 19 miliar (42,4%).


BNI merupakan salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia dan sebagai bank dengan jaringan internasional terluas saat ini. BNI memiliki 6 kantor cabang di luar negeri, yakni di Inggris, Amerika Serikat, Singapura, Hongkong, Tokyo, Jepang, Korea, 1 sub-branch di Osaka, Jepang, dan 1 kantor perwakilan di Yangon, Myanmar. Layanan BNI juga didukung oleh Remittance Representative yang tersebar di Kuala Lumpur, Serawak, Perak, Johor, Sabah, Hong Kong, Taipei, Seoul, Jeddah, Riyadh, Dubai, Doha dan Amsterdam. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com