Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 07 Mar 2019 11:25 WIB

Duh, Gubernur Bank Sentral Filipina Pilihan Duterte Bikin Resah

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: BBC World Foto: BBC World
Jakarta - Benjamin Diokno telah resmi dilantik menjadi Gubernur Bank Sentral Filipina pada Rabu waktu setempat. Pelantikan itu membuat banyak orang khawatir.

Kekhawatiran itu, lantaran Benjamin Diokno merupakan mantan anggota pemerintahan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Melansir CNBC, Kamis (7/3/2019), para pengamat politik dan keuangan, baik di dalam negeri maupun di luar, terkejut ketika Duterte menunjuk mantan menteri anggarannya sebagai Gubernur Bangko Sentral ng Pilipinas.


Beberapa analis melihat keputusan itu bermotif politis dan khawatir keputusan hal itu dapat mengancam independensi lembaga publik lain di negara itu. Nilai tukar Peso Filipina pun jatuh setelah pengangkatannya.

Ketika jabatan puncak di bank sentral kosong, analis dan industri keuangan kebanyakan berharap Duterte memilih salah satu dari tiga wakil gubernur untuk mengisi posisi itu. Gubernur sebelumnya, Nestor Espenilla, meninggal pada Februari setelah bertahan dari penyakit kanker.

Diokno adalah mantan menteri anggaran negara pertama yang pindah langsung dari kabinet menjadi pemimpin tertinggi di bank sentral, menurut The Wall Street Journal.

Terlepas dari kurangnya pengalamannya bekerja di bank sentral, Diokno dianggap memenuhi syarat untuk posisi itu. Dia memegang gelar doktor di bidang ekonomi dan mengajar selama 40 tahun di sebuah universitas di Filipina. Dia juga melayani beberapa administrasi dalam peran yang membentuk kebijakan ekonomi negara.


Kantor Duterte tidak segera menanggapi permintaan komentar CNBC. Kepala penasihat hukum presiden dan juru bicara kepresidenan Salvador Panelo mengatakan Diokno menonjol di antara nama-nama yang diajukan untuk pertimbangan Duterte. Diokno disebut orang yang memiliki integritas, kompetensi, dan keahlian yang paling cocok dengan posisi itu.

Gubernur bank sentral yang baru juga membela penunjukannya sendiri. Dia menegaskan bukan seorang politisi dan latar belakangnya di bidang ekonomi memberinya pengetahuan tentang peraturan kebijakan moneter.

Sebagai kepala bank sentral, Diokno juga akan memimpin Dewan Anti-Pencucian Uang pemerintah Filipina. Padahal saat ini kredibilitasnya sendiri dalam menangani keuangan nasional tengah berada di bawah pengawasan.

Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat Filipina dalam beberapa bulan terakhir mempertanyakan tentang anggaran negara tahun 2019 yang disiapkan di bawah pengawasan Diokno, dan menuduhnya memihak kerabatnya dalam kontrak pemerintah. Investigasi terhadap tuduhan itu diluncurkan dan masih belum terselesaikan.

Diokno membantah tuduhan itu, dan insiden itu menyebabkan keretakan di antara anggota kabinet Duterte dan DPR.

Memindahkan Diokno ke bank sentral bisa menjadi cara Duterte untuk menenangkan hubungan antara kedua belah pihak, sambil tetap mempertahankan mantan menteri anggaran dalam tim ekonomi presiden.

Apa pun niatnya, keputusan Presiden Filipina mengenai Diokno dilihat oleh beberapa analis sebagai contoh lain dari Duterte mempolitisasi sebuah lembaga yang seharusnya independen dan netral.

"Langkah ini menimbulkan pertanyaan tentang politisasi. Berita itu menambah katalog bukti bahwa Duterte bersedia melanggar norma dan mempolitisasi," kata Ekonom Emerging Asia di Capital Economics, Alex Holmes.

Holmes mencatat bahwa gubernur sebelumnya biasanya dipromosikan dari jajaran wakil gubernur yang telah bertugas di bank sentral selama bertahun-tahun.

Investor telah menunjukkan kekhawatiran mereka. Terbukti Peso Filipina melemah hampir 1% terhadap dolar AS pada hari Selasa, menyusul pengumuman penunjukan Diokno pada Senin malam. Penurunan mata uang Filipina terhadap greenback berlanjut pada hari Rabu.



Tonton juga video Filipina Ungkap Penyelundupan Ribuan Kura-kura Langka:

[Gambas:Video 20detik]


Duh, Gubernur Bank Sentral Filipina Pilihan Duterte Bikin Resah
(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com