Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 15 Mar 2019 16:50 WIB

Lewat Bank Terapung, BRI Labuan Bajo Salurkan KUR Rp 5,8 M di 2018

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Foto: Moch Prima Fauzi Foto: Moch Prima Fauzi
Jakarta - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BRI menjangkau masyarakat kepulauan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui layanan bank terapung Bahtera Seva II, per Desember 2018 Bank BRI telah mengucurkan pinjaman sebesar Rp 5,8 miliar.

"Ini di sini 2018 khusus teras kapal nasabah KUR-nya itu sebanyak 395 orang dengan jumlah pinjaman yg disalurkan Rp 5,8 miliar. Sedangkan Kredit Umum Pedesaan (Kupedes) Komersil itu jumlah debiturnya 201 dengan pinjaman yang disalurkan Rp 9,5 miliar," ungkap Kepala Unit BRI Labuan Bajo Elias Gudi di Bahtera Seva II, Selasa (26/2/2019) lalu.


Elias melanjutkan, secara umum pinjaman yang diberikan Bank BRI cukup beragam. Namun didominasi oleh sektor pariwisata seperti jasa penyediaan kapal wisata, jasa peralatan diving, dan sewa alat snorkeling.

"Terus kalau KUR itu didominasi oleh kerajinan rumah tangga. Itu berupa souvenir patung komodo, kalung, gelang," imbuhnya.

Selain untuk mendukung sektor pariwisata, KUR BRI juga menjangkau masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dan yang membuka usaha kios sembako di pulau-pulau seperti Rinca, Komodo, Messah, hingga Papagarang.


Elias juga mengatakan masyarakat yang memanfaatkan KUR di bank terapung cenderung memiliki perkembangan usaha. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah pinjaman.

"Tolak ukurnya adalah kemampuan mereka mengangsur pinjaman. Kalau kita kasih Rp 5 juta terus sekarang Rp 10 juta, bahkan Rp 25 juta, itu menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat itu mengalami peningkatan," ungkapnya.

"Dengan dia mampu mengembalikan angsuran yang dulunya Rp 200-300 ribu dengan peningkatan plafon pinjaman, kita simpulkan bahwa usaha-usaha produktif terdampak positif dari penyaluran kredit atau dengan adanya teras kapal ini cukup baik," sambungnya.

Ditemui secara terpisah, salah satu usaha yang didukung oleh KUR BRI adalah jasa penyewaan alat snorkeling Eko Flores Tour. Eti Irawati (33) sang pemilik menuturkan, awalnya ia dan suami meminjam modal KUR dari BRI untuk membuka jasa penyewaan alat snorkeling yang berlokasi di Jl. Soekarno-Hatta Labuan Bajo tersebut.

"Modal awalnya itu dulu Rp 10 juta. Itu juga ambil dari dana KUR dengan jaminan BPKB terus meningkat sampai sekarang," kata Eti.

Fikri Ali (45) sang suami mengatakan dari awalnya beromzet Rp 3 juta per bulan, kini usahanya itu telah menghasilkan omzet hingga Rp 60 juta di saat ramai pengunjung.

"Kalau ini saja awalnya satu bulan Rp 3 juta saja. Tapi sekarang penghasilan per bulan Rp 30 juta kalau musim sepi. Kalau musim ramai bisa Rp 60 juta di high season bulan 5 sampai 11," ungkapnya. Baca berita lainnya mengenai Teras BRI Kapal Bahtera Seva di Ekspedisi Bahtera Seva. (mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed