Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 25 Mar 2019 14:29 WIB

Kartu ATM Sudah Chip Tapi Masih Kena Skimming, Harus Bagaimana?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Jakarta - Pembobolan rekening bank melalui ATM dengan modus skimming masih sering terjadi. Biasanya rekening yang rentan terkena skimming adalah yang memiliki kartu ATM dengan teknologi magnetic stripe atau pita.

Karena itu, kartu ATM yang masih menggunakan magnetic stripe harus segera bermigrasi ke chip. Lalu bagaimana jika kartu sudah berchip tapi masih kena skimming?

Analyst Digital Forensic Ruby Alamsyah menjelaskan hal pertama yang harus diperhatikan adalah jenis kartunya.


"Kalau kartu korban itu yang jenisnya chip only, segera lapor ke pihak bank dan blokir segera kartunya, karena ini adalah suatu jenis kejahatan baru," ujar Ruby saat dihubungi detikFinance, Senin (25/3/2019).

Jadi kartu chip only yang dimaksud adalah, kartu ATM yang hanya memiliki teknologi chip di bagian depan. Tak ada garis hitam di bagian belakangnya.

Kemudian jika kartu ATM berteknologi double yakni chip dan magnetic stripe segera blokir kartu dan lapor ke pihak bank dan jelaskan sedetail mungkin kejadian.


"Lapor ke bank, bahwa transaksi yang dimaksud dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," ujar dia.

Menurut Ruby, jika kartu sudah berteknologi chip biasanya akan sangat sulit dibobol menggunakan metode skimming. Pasalnya data-data kartu akan disimpan dalam chip tak lagi di strip hitam yang ada pada kartu.

Ruby menjelaskan jika pelaku skimming memiliki cara khusus untuk melancarkan kejahatannya. "Biasanya mereka cukup dengan PC/laptop, software decoder hingga encoder kartu khusus. Kartu magnetik kosong dan pembacanya. Lalu dipelajari," ujar dia.

Kemudian setelah dipelajari celah keamanan mesin ATM maka skimmer bisa langsung bekerja. Selain skimming, dia mencontohkan ada jenis pembobolan bernama ATM Jackpotting yakni membobol dengan mengeluarkan seluruh uang dalam mesin ATM.

"Bukan membobol rekening nasabah tertentu seperti pada modus ATM skimming. Hal ini persis dilakukan teknik ATM Jackpotting yang ditemukan oleh peneliti bernama Jack Barnaby dan dipresentasikan pada 2010 lalu," jelas dia. (kil/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed