Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 12 Jul 2019 21:45 WIB

Kata Satgas Waspada Investasi soal Bisnis Pablo Benua 'Ikan Asin'

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Kepala Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing /Foto: Angling Adhitya Foto: Kepala Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing /Foto: Angling Adhitya
Jakarta - Pablo Benua yang saat ini tersandung perkara ujaran 'Ikan Asin' ternyata pernah memimpin perusahaan yang terbelit kasus investasi bodong. Nama perusahaannya PT Inti Benua Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satgas Waspada Investasi sudah memasukkan nama perusahaan Pablo ke dalam daftar hitam sejak Januari 2017.

Perusahaannya memiliki kegiatan bisnis menyerupai dengan lembaga pembiayaan. Untuk melakukan hal itu tentu diperlukan izin, namun perusahaan ternyata belum berizin dari OJK.


Ketua Tim Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menjelaskan, penetapan Inti Benua Indonesia berawal dari aduan masyarakat. Masyarakat yang mengadu itu mengaku telah menjadi korban.

"Dulu ada korbannya. Saya tidak ingat. Itu ada aduan masyarakat dulu," ujarnya kepada detikFinance, Jumat (12/7/2019).

Sayangnya Tongam mengaku lupa pelanggan Inti Benua Indonesia. Namun dia pastikan cukup banyak yang telah menjadi korban.


Mengutip siaran pers OJK dan Satgas Waspada Investasi pada Januari 2017, direksi PT Inti Benua Indonesia pernah dipanggil dua kali pada 5 dan 31 Oktober 2016, namun Pablo Benua selaku pimpinan tertingginya selalu mangkir dari panggilan.

Tongam pun menegaskan hingga saat ini status perusahaannya Pablo Benua masih dalam daftar hitam investasi bodong, sehingga perusahaan dilarang menghimpun dana dari masyarakat.

Simak Video "Disebut Otak Kasus ''Ikan Asin'', Kumalasari: Emosi Sesaat Pablo Benua"
[Gambas:Video 20detik]
(das/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed