googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 19 Agu 2019 07:00 WIB

Milenial: Hidup Modern Tapi Belum Melek Asuransi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
1 Generasi Milenial Belum Melek Asuransi?
Halaman 2 dari 4
Foto: Mindra Purnomo/Infografis Foto: Mindra Purnomo/Infografis

Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo, Eddy Rizliyanto menilai, kepedulian milenial terhadap asuransi bisa dilihat dari literasi dan penetrasi keuangan terkait asuransi. Dia bilang, keduanya masih rendah sehingga perlu disosialisasikan.

Eddy menjelaskan, tingkat literasi baru 15%. Sementara, penetrasinya baru 8%.

"Literasi keuangan khususnya asuransi masih rendah. Lebih kurang 15% yang disebut literasi 15% kira-kira, dari 100 orang cuma 15 orang yang tahu asuransi. Kalau yang punya (asuransi) namanya penetrasi itu cuma 8%. Tapi bagi kami justru potensi, yang nggak tahu mau kita garap," katanya kepada detikFinance di kantornya, Jakarta, Rabu lalu (14/8/2019).

Soal milenial, dia menjelaskan, potensinya sangat besar. Dia menjelaskan, Indonesia akan mengalami bonus demografi di mana 70% penduduk Indonesia ialah kategori muda.

"Kalau kita cerita milenial, kita harus lihat lagi besaran bahwa di tahun 2020-2035 Indonesia mengalami bonus demografi, di mana di periode itu adalah puncak suatu generasi Indonesia memiliki 70% penduduk kategori muda. Muda itu menurut World Bank 15-64 (tahun)," ujarnya.

Kemudian, dia melanjutkan, generasi milenial merupakan bagian dari penduduk kategori muda tersebut.

"Sementara kelompok milenial yang lahir 1980-1990 sampai 2000 itulah bagian 70%. Tapi mungkin kalau rinciannya saya nggak tahu persis di populasi, kemungkinan yang disebut milenial 40-50% dari 70% bonus demografi itu," ujarnya.

(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com