Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 26 Feb 2020 12:56 WIB

Asyik! Jemaah Umrah Bisa Punya Asuransi Cuma Modal Rp 50.000

Anisa Indraini - detikFinance
Jemaah haji dari seluruh dunia memadati Masjidil Haram untuk menunaikan ibadah haji. Begini suasananya. Ilustrasi/Foto: Fuad Fariz
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) mewajibkan jemaah umrah dan haji untuk memiliki asuransi. Hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap jemaah dalam menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Arfi Hatim mengatakan jika ada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang ketahuan tidak mewajibkan calon jemaah umrah dengan asuransi akan diberikan sanksi berupa peringatan tertulis.

"Kalau ada PPIU yang melakukan pelanggaran dengan menelantarkan jemaahnya, tidak meng-cover asuransi, ini akan kita beri sanksi. Kami beri sanksi berupa peringatan tertulis," ucap Arfi di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020).

Adapun premi yang harus dibayar jemaah untuk mendapatkan asuransi mulai dari Rp 50.000. Biaya tersebut dibayarkan satu kali sebelum berangkat umrah.

"Kita mengamanatkan wajib jamaah kita ter-cover asuransi. Preminya kecil minimal Rp 50.000," katanya.

Nantinya, jika jamaah umrah mengalami sesuatu yang tidak diinginkan seperti kecelakaan atau kematian, maka keluarga bisa mengklaim biaya perawatan dan santunan dari asuransi tersebut.

Dalam hal ini, Kemenag bekerja sama dengan perusahaan jasa asuransi syariah terkait pelaksanaan asuransi jiwa bagi jamaah.

Asyik! Jemaah Umrah Bisa Punya Asuransi Cuma Modal Rp 50.000


Simak Video " Curhat Jemaah yang Gagal Umrah: Bagasi Masuk, Tapi Batal Terbang"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com