'Senjata' yang Belum Dipakai untuk Selamatkan Ekonomi Global dari Corona

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 22 Jun 2020 12:12 WIB
Suku Bunga The Fed Naik
Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Jakarta -

Bank Sentral di Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed) telah mengeluarkan triliunan dolar untuk memberikan stimulus fiskal pada sektor keuangan negeri Paman Sam.

Secara penuh mereka telah melawan kondisi yang disebut-sebut menjadi penurunan ekonomi terburuk dalam 100 tahun. Pemerintah AS pun telah mengikuti langkah The Fed dengan menggelontorkan triliunan dolar tambahan dana penanganan COVID-19.

Melansir CNN, Senin (22/6/2020), ternyata masih ada opsi yang tersisa bagi The Fed untuk menyelamatkan sektor keuangan AS. Cara tersebut adalah menerapkan suku bunga negatif. taktik kontroversial yang telah digunakan di Eropa dan Jepang.

"Kebutuhan untuk terus mendukung perekonomian tidak diragukan lagi akan memicu diskusi lebih lanjut tentang apakah suku bunga negatif akan menjadi opsi," kata James Smith, ekonom dari lembaga ING.

Apabila suku bunga menjadi negatif, maka semua pinjaman di bank bukan mendapatkan tambahan dari bunga namun harus membayar bunganya kepada bank. Para kritikus menilai kebijakan ini justru akan menyusahkan nasabah dan bank.

Sementara itu, Josh Bivens dari Economic Policy Institute menilai The Fed dapat menurunkan suku bunga pinjaman yang ditawarkan kepada pemerintah negara bagian dan lokal. Josh juga mengatakan lebih baik stimulus fiskal tetap diperbanyak.

"Mereka bisa memperpanjang jatuh tempo pinjaman ini, dan membuatnya lebih luas tersedia untuk semua kota," kata Josh.



Simak Video "The Fed Waspadai Ancaman Virus Corona Terhadap Ekonomi Global"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)