Erick Thohir Mau Gabungkan Dana Pensiun BUMN, Ini Kendalanya

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 06 Jul 2020 11:07 WIB
Menteri BUMN bersama Menhub dan Gubernur DKI Jakarta resmikan stasiun terpadu Tanah Abang. Keberadaan stasiun ini diharapkan dapat memudahkan mobilisasi warga.
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Rifkianto Nugroho

Pekan lalu, Erick mengatakan penggabungan dapen dilakukan dengan tujuan agar pengawasan perusahaan pengelola dana dalam jumlah besar ini lebih mudah sehingga tak terjadi lagi masalah-masalah korupsi hukum di BUMN.

"Dan saya berusaha dapen BUMN coba dikonsolidasikan, mungkin 3-4 dapen, pelan-pelan bisa menyeluruhlah," kata Erick dalam acara diskusi virtual, Kamis (2/8/2020).

Rencana penggabungan dapen ini sebetulnya bukan baru kali ini dihembuskan pendiri Mahaka Media ini. Pada 17 Januari 2020, rencana ini sudah dilempar Erick ke pasar.

"Planning-nya ke depan kalau memang yang namanya Jiwasraya, Asabri, sudah baik, bertahap dana pensiun di perusahaan-perusahaan BUMN bisa dikonsolidasi supaya tidak terjadi hal-hal seperti ini. Nanti itu step-nya ada [dalam rencana Kementerian BUMN]," ujar Erick, Jumat (17/1/2020).

Rencana Erick tak lepas dari kasus gagal bayar yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang kini kasusnya sudah masuk ke meja hijau.

"Tapi yang pasti ke depan yang namanya dana-dana pensiun yang ada di BUMN kita akan jadikan satu atap," katanya.

Di sisi lain, Erick juga menegaskan bahwa tak hanya dapen, bank-bank syariah BUMN juga akan digabung dengan tujuan membuka opsi-opsi pendanaan yang lebih luas di dalam negeri. Penggabungan ini akan dilakukan rencananya pada kuartal pertama 2021.

"Untuk beberapa bank, kita juga sedang kaji, bank-bank syariah ini jadi satu. Insya Allah Februari tahun depan jadi satu, Bank Syariah Mandiri, BRI, supaya juga ada opsi-opsi pendanaan bagi yang percaya bisnis syariah," imbuh dia.

Halaman


Simak Video "BUMN Tunjuk Timses Jokowi-Influencer Jadi Komisaris Pelat Merah"
[Gambas:Video 20detik]

(ang/ang)