Ketua Komisi XI DPR Usul 'Kocok Ulang' Pimpinan BI dan OJK

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 07 Jul 2020 10:43 WIB
Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Dito Ganinduto
Dito Ganinduto/Foto: Partai Golkar
Jakarta -

Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto akan mengevaluasi kinerja Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menanggulangi pandemi virus Corona. Bahkan, dirinya tidak segan mengusulkan pergantian pucuk pimpinan di dua lembaga tersebut.

Usulan 'kocok ulang' pada tingkat kepemimpinan BI dan OJK usai masuknya RUU Bank Indonesia dalam hal ini UU tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) UU Prioritas 2020. RUU Bank Indonesia ini menggantikan RUU tentang Penyadapan.

"Sekarang kan kewenangan BI hanya inflasi dan nilai tukar, kita minta nantinya ikut urusi ekonomi, kemiskinan," ujar dia kepada detikcom, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Dito mengaku, usulan 'kocok ulang' pada pucuk pimpinan BI dan OJK nantinya sebagai masukan dalam pembahasan. Menurut dia, saat ini pucuk pimpinan tersebut hanya bisa diganti ketika mengundurkan diri atau meninggal dunia.

"Jadi kemungkinan ada kemudahan kocok ulang begitu. Di UU tidak bisa diganti kalau tidak mengundurkan diri, meninggal. Sekarang kita usulin saja misalnya bisa diganti langsung oleh presiden," ucapnya.

Dia menilai keterlibatan BI dan OJK dalam menanggulangi dampak COVID-19 pada perekonomian nasional masih kurang cepat. Padahal pemulihan ekonomi harus segera dilakukan demi menekan dampak seperti penambahan angka kemiskinan hingga pengangguran.

BI dan pemerintah sepakat berbagi beban bunga utang pada pemenuhan kebutuhan pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Meski sudah sepakat, menurut Dito masih ada pembahasan mengenai teknis yang belum terselesaikan antara BI dan pemerintah.

"Kesepakatan SKB sudah selesai, tapi ada pembahasan mengenai tenor yang belum selesai," jelasnya.



Simak Video "Penyederhanaan Nilai Rupiah alias Redenominasi Nongol Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)