Sengkarut Jiwasraya Dibereskan Lewat Pembentukan Perusahaan Baru

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2020 06:30 WIB
Kantor Pusat Jiwasraya
Sengkarut Jiwasraya Dibereskan Lewat Pembentukan Perusahaan Baru
Jakarta -

Tunggakan klaim yang ditanggung PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bertambah menjadi Rp 18 triliun per 31 Mei 2020. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dalam rapat panitia kerja (Panja) Komisi VI DPR.

Rinciannya, klaim yang belum terbayar untuk nasabah saving plan ada Rp 16,5 triliun, tradisional korporasi Rp 0,6 triliun. Kemudian untuk korporasi ritel Rp 0,2 triliun, ditambah Rp 0,7 triliun.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan bahwa Kementerian BUMN akan menyiapkan perusahaan baru untuk menyelesaikan sengkarut gagal bayar di Asuransi Jiwasraya, yaitu Nusantara Life.

"Seperti diketahui, waktu pertemuan terakhir panja banyak polis ini harus dilakukan restrukturisasi, dan kami harus menyiapkan pola ini dan menyiapkan vehicle yang digunakan untuk mengangkut polis-polis (Jiwasraya) yang nantinya kami bawa ke masa depan di Nusantara Life," kata dia dalam paparannya di Ruang Rapat Komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Apabila nanti opsi tersebut disetujui oleh para anggota dewan dan Kementerian Keuangan, pihaknya akan mulai melakukan restrukturisasi polis nasabah Jiwasraya dan dipindahkan ke Nusantara Life

"Apa itu restrukturisasi polis? itu kami akan menegosiasikan dengan para pemegang polis mengenai janji-janji masa depan ini. Nah ini tentunya nanti akan ada pengumuman di koran, kami akan panggil semua pemegang polis," sambungnya.

Nantinya pihaknya akan bernegosiasi dengan para pemegang polis untuk pindah ke perusahaan asuransi baru itu dengan penyesuaian bunga, misalnya yang sekarang 12-13% turun menjadi 6-7%.

Lalu bagaimana nasib Jiwasraya? Lanjut di halaman berikutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Kejagung Buka Suara Soal Fee Broker Jiwasraya"
[Gambas:Video 20detik]