Permodalan UMKM Diperkuat Lewat Kredit Online, Begini Caranya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 17 Jul 2020 17:03 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ikut mendukung sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bank Mandiri juga memberikan solusi pembiayaan yang cepat dan aman melalui kerja sama dengan sejumlah platform e-commerce dan teknologi finansial peer to peer lending untuk memperkuat permodalan UMKM dan memitigasi dampak pandemi.

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Donsuwan Simatupang mengatakan penyaluran kredit via platform digital yang telah diinisasi perseroan sejak 2018 merupakan salah satu inovasi strategi bisnis yang diterapkan untuk mendukung pencapaian keinginan Bank Mandiri menjadi modern digital bank di Tanah Air

"Sebagai bentuk dukungan pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pemerintah, kami siap meningkatkan penyaluran kredit digital secara channeling ini dengan merangkul lebih banyak lagi platform online," kata Donsuwan, Jumat (17/7/2020).

Bank Mandiri juga ingin membuka target pasar baru yakni pelaku usaha yang memiliki size business yang layak namun belum tersentuh layanan bank.

"Nah ini merupakan strategi untuk memitigasi risiko di mana mitra platform digital menjadi referral calon debitur," katanya.

Menurut dia teknologi informasi terkini oleh e-commerce maupun tekfin dalam penyediaan alternatif data sangat membantu perbankan untuk pengembangan scoring kredit yang customized sesuai dengan karakteristik target market UMKM yang beragam dan untuk menyesuaikan diri dengan ekosistem ekonomi digital.

"Jadi meskipun dilakukan secara online, kami tetap memastikan bahwa pembiayaan model non tradisional ini akan memenuhi prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG)," jelas dia.

Donsuwan mengungkapkan, kolaborasi ini akan membuat industri perbankan lebih cepat beradaptasi pada perubahan di luar, seperti semakin berkembangnya bisnis model economic sharing.

Selanjutnya
Halaman
1 2