Pandemi Corona Bikin Pertumbuhan Kredit Makin Rendah

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 18 Sep 2020 08:48 WIB
BUMN percetakan uang, Perum Peruri dibanjiri pesanan cetak uang dari Bank Indonesia (BI). Pihak Peruri mengaku sangat kewalahan untuk memenuhi pesanan uang dari BI yang mencapai miliaran lembar. Seorang petugas tampak merapihkan tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (21/10/2013). (FOTO: Rachman Haryanto/detikFoto)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat pertumbuhan kredit bank melemah. Bank Indonesia (BI) mencatat pada Agustus 2020 pertumbuhan kredit sebesar 1,04%.

Namun dana pihak ketiga (DPK) mencapai double digit yakni 11,46%. Kemudian intermediasi perbankan disebut oleh Gubernur BI Perry Warjiyo masih membaik.

Hal ini seiring dengan prospek pemulihan ekonomi domestik. Di tengah pelemahan kredit, apakah mulai ada perbaikan?

Perry menyebutkan beberapa sektor telah mencatat peningkatan pertumbuhan kredit, yaitu sektor pertanian, pertambangan, dan transportasi. Saat ini fungsi intermediasi dari sektor keuangan masih lemah akibat pertumbuhan kredit yang terbatas.

"Sejalan permintaan domestik yang belum kuat karena kinerja korporasi yang tertekan dan kehati-hatian perbankan akibat berlanjutnya pandemi COVID-19," kata Perry dalam konferensi pers virtual, Kamis (17/9/2020).

Dia menyebut selain itu, total restrukturisasi kredit perbankan hingga Agustus 2020 telah mencapai 18,64% dari total kredit, ditopang likuiditas yang terjaga.

Berbagai perkembangan ini, disertai akselerasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) antara lain melalui penguatan penjaminan kredit oleh pemerintah, diharapkan dapat mendorong fungsi intermediasi perbankan.

"Bank Indonesia akan melanjutkan kebijakan makroprudensial akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit guna mengakselerasi pemulihan ekonomi," ujar dia.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2