Bank Neo Commerce Gandeng Tencent Cloud Tingkatkan Layanan Digital

Content Promotion - detikFinance
Sabtu, 21 Nov 2020 15:00 WIB
Bank Neo Commerce
Foto: Bank Neo Commerce
Jakarta -

PT. Bank Neo Commerce, Tbk (Bank Neo Commerce), Bank digital terdepan di Indonesia, hari ini mengumumkan kerja sama dengan Tencent Cloud, penyedia layanan digital terkemuka di dunia, melalui penyediaan Database management system atau yang dikenal dengan layanan Tencent Distributed Database (TDSQL). TDSQL merupakan sebagai arsitektur database terbarukan yang dapat memetakan database secara distributed dan scalable.

Bank Neo Commerce yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Yudha Bhakti, percaya dengan menggunakan system database ini dapat meningkatkan kualitas dalam keandalan, keamanan, dan layanan yang lebih profesional.

Transformasi Bank Neo Commerce menjadi bank digital terkemuka di Indonesia mengharuskan BNC untuk meningkatkan berbagai infrastruktur digital guna mengantisipasi pertumbuhan jumlah nasabah secara eksplosif, dengan tetap mengedepankan faktor keamanan dan kerahasiaan data nasabahnya.

Oleh sebab itulah, Bank Neo Commerce menggandeng Tencent Cloud sebagai salah satu penyedia layanan digital terdepan yang dapat membantu mengatasi tantangan transformasi digital dalam industri keuangan, termasuk arsitektur data dan frekuensi transaksi.

"Melalui kerja sama dengan Tencent Cloud ini, Bank Neo Commerce menegaskan keseriusannya untuk memberikan layanan produk yang terbaik secara teknologi. Kami paham bahwa keamanan dan privasi seluruh data memegang peranan sangat penting bila bergerak di ranah digital. Kami akan secara berkala terus meningkatkan kapabilitas teknologi yang kami miliki untuk memanjakan pelanggan kami sehingga bebas dari kekhawatiran menginvestasikan dana dan dapat tumbuh berkembang bersama kami.", jelas Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/11/2020).

Bank Neo CommerceDirektur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan Foto: Bank Neo Commerce

"Kami bangga dengan kerja sama yang terjalin dengan Bank Neo Commerce. Melalui kerja sama ini, pertama kali bagi kami membawa TDSQL diimplementasikan di luar Tiongkok dan kami yakin kehadirannya dapat membantu Bank Neo Commerce untuk semakin kuat dalam menerapkan keamanan data secara digital di Indonesia," kata Vice President Tencent International Business Group, Poshu Yeung.

Lebih lanjut Tjandra menegaskan melalui penerapan TDSQL berbagai permasalahan, diantaranya terkait kurangnya arsitektur data yang baik, transaksi dalam jumlah besar, respons sistem yang lamban, hingga berbagai risiko keamanan dapat diminimalisir dan ditanggulangi, dengan tentunya tetap berpegang pada aturan-aturan yang berlaku.

Bank Neo Commerce sebelumnya juga telah menjalin berbagai kerja sama strategis dengan beberapa perusahaan digital terbaik, diantaranya dengan Huawei dan Sunline untuk menghadirkan pengalaman perbankan digital terbaik di Indonesia.

Sebagai informasi, Bank Neo Commerce, yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Yudha Bhakti, merupakan bank nasional yang telah berkiprah selama 30 tahun di dunia Perbankan di Indonesia. Sejak tahun 2019, Akulaku mulai menjadi pemegang saham BNC, dan di tahun 2020, BNC bertransformasi menjadi bank digital, dimulai dengan Pergantian nama Bank dan juga dikukuhkannya BNC menjadi Bank Buku 2 oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK).

BNC bertekad untuk memberikan berbagai layanan keuangan, baik komersial, konsumer, hingga ritel. Bank Neo Commerce juga merupakan emiten publik yang sahamnya telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2015 dan semakin menunjukkan perkembangan yang signifikan dari tahun ke tahun.

Sementara itu Tencent adalah perusahaan konglomerat teknologi multinasional Cina. Didirikan pada tahun 1998, anak perusahaannya secara global memasarkan berbagai layanan dan produk yang berhubungan dengan Internet. Adapun layanannya meliputi jaringan sosial, musik, portal web, e-commerce, game selular, layanan internet, sistem pembayaran, Smartphone, dan game online.

Platform komunikasi dan sosial Tencent salah satunya adalah WeChat dan QQ, yaitu aplikasi yang dapat menghubungkan pengguna satu sama lain dan dengan konten dan layanan digital, baik online maupun offline. Tencent menjadi nominasi sebagai salah satu perusahaan paling Inovatif di dunia oleh Boston Consulting Group. Saat ini memiliki saham di lebih dari 600 perusahaan, dan saat ini mulai merambah startup di Asia.

(ads/ads)