Gubernur BI Yakin Ekonomi RI Tumbuh 5,8% di 2021, Ini 3 Alasannya

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 22 Des 2020 12:40 WIB
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan lagi suku bunga acuannya. Kini BI 7 Days Repo Rate turun jadi 5,5%.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) meyakini pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19 akan menjadi lebih baik di tahun depan. Ada alasan mengapa BI begitu optimistis.

Gubernur BI Perry Warjiyo yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV-2020 mulai positif. Sementara di 2021 pertumbuhan ekonomi diprediksi mencapai 4,8-5,8%.

Menurutnya ada tiga hal yang membuat dia begitu yakin atas prediksi itu. Pertama sumber PDB (produk domestik bruto) akan semakin baik di 2021.

"Sumber PDB pertama dari ekspor, kinerja ekspor baik dan tahun depan semakin baik ini didukung oleh pertumbuhan global yang akan baik. 2021 PDB global kami perkirakan 5% dan tahun ini -3,8%," ucapnya dalam acara Outlook Perekonomian Indonesia 2021, Selasa (22/12/2020).

Selain itu mitra dagang utama Indonesia seperti China diprediksi tumbuh ekonominya 7,8% di 2021. Selain itu Amerika Serikat (AS) juga diperkirakan tumbuh 4,3%. Kedua negara itu diyakini akan menjadi sumber pertumbuhan ekspor Indonesia.

Lalu dari sisi konsumsi sebagai motor terbesar pertumbuhan ekonomi juga dipercaya akan terus membaik. Begitu juga dengan investasi yang diyakini akan meningkat dengan adanya UU Cipta Kerja.

Kedua, lanjut Perry, adalah vaksin COVID-19. Dengan adanya vaksinasi diyakini akan mengembalikan mobilitas manusia. Dengan begitu aktivitas ekonomi akan kembali pulih.

"Vaksinasi ini istilah kami prasyarat dalam mendukung pemulihan ekonomi. BI juga berpartisipasi dalam pembiayaan vaksinasi. Mekanisme burden sharing," ucapnya.

"Dengan adanya vaksinasi maka sektor-sektor bisa dibuka secara bertahap dan melakukan produksi dan investasi lebih baik. Sektor-sektor yang bisa dukung PDB dan ekspor. Baik makanan dan minuman, kimia, farmasi, pertambangan khususnya logam dan industri lain," tambah Perry.

Faktor ketiga adalah sinergi kebijakan antara pemerintah, BI, OJK, LPS, perbankan, dan dunia usaha.

"Tiga alasan tadi, sumber PDB, vaksinasi, dan sinergi kebijakan nasional ini dukung optimisme kami pemulihan ekonomi di 2021 dengan tetap jaga stabilitas makro ekonomi," tutupnya.

(das/ara)