Penyaluran Kredit Diramal Meningkat di Triwulan I-2021, Ini Hitungannya

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 19 Jan 2021 12:09 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Penyaluran kredit baru diproyeksi meningkat tahun ini. Hal itu berdasarkan survei Bank Indonesia (BI) terkait pertumbuhan penyaluran kredit baru pada triwulan I-2021.

Hal itu terindikasi dari saldo bersih tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru triwulan I-2021 sebesar 49,4%, meningkat dari 25,4% pada triwulan IV-2020. Sementara itu, pertumbuhan kredit pada triwulan IV-2020 diperkirakan masih terbatas, dipengaruhi oleh pertumbuhan kredit investasi.

"Penyaluran kredit baru triwulan I-2021 diprakirakan didorong oleh kredit modal kerja, diikuti oleh kredit investasi, dan kredit konsumsi," bunyi keterangan tertulis BI, Selasa (19/1/2021).

Standar penyaluran kredit pada triwulan I-2021 diprakirakan tidak seketat periode sebelumnya. Hal itu terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 0,4%, lebih rendah dibandingkan dengan 3,2% pada triwulan sebelumnya.

"Aspek kebijakan penyaluran yang diprakirakan tidak seketat triwulan sebelumnya antara lain plafon kredit dan jangka waktu kredit," sebutnya.

Hasil survei mengindikasikan responden tetap optimistis terhadap pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun 2021. Responden memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2021 sebesar 7,3% (yoy).

"Optimisme tersebut antara lain didorong oleh kondisi moneter dan ekonomi, serta relatif terjaganya risiko penyaluran kredit," tandasnya.

(ara/ara)