Citi Sebut Bitcoin Bisa Jadi Mata Uang Perdagangan Internasional

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 02 Mar 2021 10:55 WIB
VANCOUVER, BC - OCTOBER 29: Gabriel Scheare uses the worlds first bitcoin ATM on October 29, 2013 at Waves Coffee House in Vancouver, British Columbia. Scheare said he
Ilustrasi/Foto: Getty Images
Jakarta -

Perusahaan bank dan jasa finansial asal Amerika Serikat (AS), Citigroup (Citi) memprediksi bitcoin akan menjadi mata uang pilihan untuk perdagangan internasional. Pasalnya, perusahaan besar dunia mulai berinvestasi bitcoin.

Raksasa mobil listrik Tesla dan layanan keuangan digital PayPal yang telah berinvestasi bitcoin dan mengizinkan transaksi uang kripto itu di perusahaannya. Saat ini bank sentral juga tengah menjajaki penerbitan mata yang digitalnya sendiri.

"Masa depan bitcoin masih belum pasti, tetapi perkembangan dalam waktu dekat kemungkinan besar akan terbukti menentukan karena keseimbangan mata uang pada titik kritis penerimaan arus utama atau ledakan spekulatif," kata Citi, dikutip dari CNBC, Selasa (2/3/2021).

Menurut Citi ada beberapa rintangan yang harus diatasi bitcoin sebelum menjadi mata uang pilihan dalam perdagangan internasional.

"Untuk investor institusional, ini termasuk kekhawatiran atas efisiensi modal, asuransi dan hak asuh, keamanan, dan pertimbangan ESG dari penambangan bitcoin. Masalah keamanan cryptocurrency memang terjadi, tetapi jika dibandingkan dengan pembayaran tradisional, kinerjanya lebih baik," jelas Citi.

Proses penambangan bitcoin sendiri disebut membutuhkan daya yang cukup besar. Penambangan menggunakan komputer yang dibuat khusus bersaing untuk memecahkan teka-teki matematika yang rumit untuk memverifikasi transaksi. Menurut Digiconomist, jaringan bitcoin memiliki jejak karbon yang setara dengan Selandia Baru. Ini membuat khawatir para aktivis lingkungan.

JPMorgan menyebut bitcoin sebagai petunjuk dalam pertumbuhan ekonomi dan nilai lindung saat harga saham menurun signifikan. Bank mengungkap munculnya uang digital dan permintaan akan alternatif fintech adalah kisah transformasi nyata dari era COVID-19.

Sebelumnya, sejumlah lembaga keuangan besar tidak menyetujui aset digital seperti bitcoin. Kini, saat melihat relinya bitcoin selama beberapa bulan terakhir telah memaksa bank di Wall Street mengevaluasi kembali kerja dari cryptocurrency.

Bank tertua di AS, BNY Mellon mengatakan akan menawarkan layanan penyimpanan untuk bitcoin dan mata uang digital lainnya.

Lihat juga Video: Membaca Dampak yang Timbul Usai Elon Musk Investasi ke Bitcoin

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)