BNI Siapkan UMKM Binaan Jadi Pemain Global di Tengah Pandemi

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Senin, 08 Mar 2021 09:56 WIB
(Ki-Ka) Direktur Treasury dan International BNI Henry Panjaitan, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini, Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies, Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati, dan Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir pada Public Expose BNI Tahun 2020 di Jakarta, Jumat (29 Januari 2021).
Sejumah direksi BNI termasuk Direktur Utama BNI Royke Tumilaar pada Public Expose BNI Tahun 2020 di Jakarta, Jumat (29 Januari 2021). Foto: dok. BNI
Jakarta -

Di tengah kondisi perekonomian global yang masih menantang karena pandemi COVID-19, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyiapkan sejumlah strategi yang dapat membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Tanah Air untuk bertahan dan segera bangkit.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan selain telah melakukan restrukturisasi kredit, perseroan juga membantu pelaku UMKM Indonesia untuk mengubah model bisnisnya agar berbasis digital (go digital).

"Nomor satu yang kita bantu pasti yang terdampak pandemi COVID-19. Kemudian kita bantu restrukturisasi kredit dan memberikan modal tambahan untuk mengembangkan bisnis mereka. Setelah itu, kita ubah basis model bisnisnya untuk jadi platform digital sehingga bisnisnya bisa lebih efisien," ujar Royke dalam keterangan tertulis, Senin (8/3/2021).

Dia menambahkan di masa pandemi ini, perseroan fokus membantu UMKM binaan BNI menjadi pelaku usaha yang berbasiskan digital. BNI juga mendorong para pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan secara optimal jaringan global yang dimiliki perusahaan, terutama untuk memperluas pasar dengan berorientasi kepada bisnis ekspor.

"Pertama, kita mau UMKM ini agar go digital, jadi nanti kita mau ambil ini dari nasabah korporasi, kemudian kita kembangkan ke luar negeri dengan chanel-chanel milik kita," jelas Royke.

Pihaknya mengungkapkan BNI sebagai bank milik negara siap mendukung kesuksesan program pemerintah diantaranya Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat adanya pandemi COVID-19.

Oleh karena itu, perseroan akan membantu penuh pengusaha Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya ke mancanegara dan mendukung pembiayaan segmen UMKM diaspora di luar negeri.

"Dengan tren cost suku bunga rendah, kita dorong eksportir UMKM ini untuk makin tumbuh dan bersaing supaya ekonomi juga lebih cepat pulih. Bagaimana kita punya jaringan global sehingga UMKM bisa memakai jaringan yang kita miliki untuk ekspor dan go digital," pungkas Royke.

(prf/ega)