Naik 7%, Laba Bersih BCA di Kuartal I Tembus Rp 7 Triliun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 22 Apr 2021 15:51 WIB
Logo BCA
Foto: Grandyos Zafna

Selain itu, sejalan dengan tren penurunan suku bunga acuan dari Bank Indonesia, BCA mampu menurunkan suku bunga produk deposito, yang mana berdampak pada beban bunga yang lebih rendah.

Oleh karena itu, BCA mampu membukukan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 3,3% yoy menjadi Rp14,1 triliun.

Di sisi lain, pendapatan non-bunga berkurang menjadi Rp 4,9 triliun, atau turun 14,5% yoy karena pendapatan non-bunga pada kuartal I tahun lalu sebagian besar didorong oleh keuntungan tidak berulang (one-off gain) dari penjualan portofolio reksa dana. "Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp 19,1 triliun atau terkoreksi 2,0% yoy, sementara laba bersih tumbuh 7,0% yoy menjadi Rp 7 triliun," ujarnya.

Permodalan BCA tetap berada di posisi yang solid dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat sebesar 24,5%, lebih tinggi dari ketetapan regulator, serta likuiditas tetap memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 65,2%.

Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga pada tingkat yang bisa ditoleransi sebesar 1,8%, dibandingkan triwulan I tahun lalu yang sebesar 1,6%, didukung oleh relaksasi kebijakan restrukturisasi.

Normalisasi restrukturisasi kredit akan menjadi salah satu fokus BCA pada tahun 2021. Sebagai tambahan, rasio pengembalian terhadap aset (return on asset/ROA) tercatat sebesar 3,1%, dan rasio pengembalian terhadap ekuitas (return on equity/ROE) sebesar 15,8%.

Jahja mengatakan sejalan dengan perekonomian yang berangsur pulih dari pandemi, BCA tetap optimis dalam memanfaatkan peluang bisnis di seluruh segmen pada tahun ini.

"Tidak kalah penting, sebagai responsible corporate citizen dan komitmen mendukung nilai Environment, Social and Governance (ESG), BCA senantiasa aktif terlibat dalam kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, pengembangan budaya, pendidikan, dan kesehatan," kata dia.


(kil/fdl)