ADVERTISEMENT

Hari Ini Diumumkan, Bunga Acuan BI Diramal Tetap 3,5%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 25 Mei 2021 09:43 WIB
Logo Bank Indonesia
Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) hari ini akan mengumumkan hasil rapat dewan gubernur (RDG) periode Mei 2021. Bank sentral diprediksi akan memperkirakan kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5%.

Ekonom PermataBank Josua Pardede mengungkapkan ini sejalan dengan pertimbangan BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah meningkatnya risiko di pasar keuangan global dalam jangka pendek-menengah.

"Seperti potensi tapering off program pembelian obligasi AS oleh Fed sesuai dengan notulensi FOMC April yang lalu, meskipun Fed masih mengonfirmasi bahwa akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level mendekati 0% saat ini," kata dia dalam keterangannya, Selasa (25/5/2021).

Sementara dari dalam negeri terdapat potensi peningkatan inflasi apabila pemerintah menyesuaikan tarif listrik pada kuartal III-2021 meskipun ekspektasi inflasi akan tetap sesuai dengan target inflasi BI.

Kemudian dari kondisi keseimbangan eksternal menunjukkan bahwa neraca transaksi berjalan kembali tercatat defisit setelah sebelumnya tercatat surplus pada 3Q20 dan 4Q20. Pada 1Q21, transaksi berjalan kembali tercatat defisit sebesar US$ 997 juta atau setara dengan 0,4% PDB Indonesia.

Selanjutnya meningkatnya defisitnya transaksi berjalan mengindikasikan bahwa terdapat potensi terhadap permintaan valas untuk pembayaran impor sejalan dengan kembalinya aktivitas ekonomi, impor cenderung bertumbuh.

"Oleh karena itu, berdasarkan risiko dari nilai tukar, inflasi domestik dan keseimbangan eksternal, BI diperkirakan masih akan menjaga tingkat suku bunganya pada RDG mendatang," jelas dia.

Di sisi lain, untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi Indonesia, Bank Indonesia masih akan mengandalkan kebijakan QE untuk menjaga ketersediaan likuiditas kepada perbankan agar perbankan lebih agresif dalam menyalurkan kreditnya merespon pemulihan ekonomi baik investasi dan konsumsi masyarakat.

Peneliti LPEM FEB UI Teuku Riefky mengungkapkan dengan bergejolaknya tekanan eksternal dan kebutuhan menjaga stabilitas nilai tukar dan kondisi finansial. LPEM FEB UI menilai bahwa BI perlu mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5%.



Simak Video "Transaksi Dinar-Dirham Bisa Dibui, Ini Kata Pedagang Pasar Muamalah"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT