Pinjol Wajib Lampirkan Bukti Lisensi dari OJK Buat Masuk Playstore

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 19 Okt 2021 19:15 WIB
Pinjam Online
Foto: Pinjam Online (Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah)
Jakarta -

Kementerian Kominfo menggandeng Google dan Apple untuk memerangi pinjaman online ilegal yang marak di Indonesia.

Menteri Kominfo Johnny G Plate mengungkapkan ini merupakan tindakan tegas dari pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk mengatasai masalah pinjol ilegal.

"Kami telah komunikasi dengan Google dan Apple agar ada penegakan sistem elektronik di Playstore dan Appstore. Jadi (pinjol) yang mau upload harus disertai dengan bukti serta lisensi yang diterbitkan oleh OJK," kata dia dalam konferensi pers, Selasa (19/10/2021).

Johnny menyebutkan dengan kerja sama ini diharapkan dapat tercipta industri keuangan digital yang sehat.

"Diharapkan bisa mendukung industri keuangan nasional termasuk fintech dan industri keuangan dunia bisa tumbuh dengan baik dan legal. Mari sama-sama dengan tegas memberantas pinjol ilegal," jelas dia.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan masih suburnya pinjol ilegal di Indonesia. Misalnya, saat ini dengan perkembangan teknologi pengunggahan aplikasi, situs atau website menjadi lebih mudah.

"Sulitnya pemberantasan karena lokasi server banyak ditempatkan di luar negeri," tulis Instagram resmi @ojkindonesia.

Apalagi dengan rendahnya literasi masyarakat dan terbatasnya pemahaman pinjol membuat pinjol terus muncul dan mencari mangsa baru.

Pinjol ilegal ini memang mengerikan. Misal, pinjaman yang diajukan sebesar Rp 1 juta tapi yang ditransfer hanya Rp 600 ribu. Sisanya disunat dengan alasan biaya administrasi.

Kemudian bunga yang dijanjikan awalnya 0,5% per hari, tapi tanpa kesepakatan besaran bunga bisa berubah menjadi 3% per hari.

Para penagih pinjol ilegal ini juga sering kali menagih dengan cara intimidasi para peminjam. Mereka sebelumnya meminta akses ke semua data dan kontak di handphone.

(kil/dna)