Bank DKI Catat Laba Rp 584 Miliar, Melesat 40%

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 28 Okt 2021 15:14 WIB
Di tengah merebaknya pandemi COVID-19 yang juga melanda Indonesia, Bank DKI masih dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif.
Foto: dok. Bank DKI
Jakarta -

Bank DKI mencatatkan laba bersih tumbuh 40,5% secara year on year (YoY) menjadi Rp 564 miliar dari Rp 401 miliar pada September 2020. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan perbaikan tingkat efisiensi biaya dana dan peningkatan pendapatan bunga bersih.

Untuk cost of fund atau biaya dana turun dari 4,68% menjadi 3,29% per September 2021. Sedangkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang tercatat sebesar 25,0% (yoy). Pertumbuhan pendapatan bunga didorong oleh peningkatan kredit sebesar 11,8% menjadi Rp 36,7 triliun.

Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy mengatakan, pertumbuhan kredit utamanya ditopang oleh pertumbuhan kredit segmen UMKM yang mencatatkan pertumbuhan 31,4% YoY menjadi Rp 2,0 triliun pada kuartal III-2021.

Selanjutnya diikuti dengan segmen komersial dan korporasi yang tercatat naik 13,3% (YoY) menjadi Rp17,9 triliun serta segmen konsumer yang tumbuh 8,3% menjadi Rp16,7 triliun hingga kuartal III tahun 2021.

Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut juga didukung dengan perbaikan kualitas aset Bank DKI yang ditandai dengan penurunan rasio non-performing loan (NPL), tercatat 2,93% pada periode September 2021 atau mengalami perbaikan dibanding periode September 2020 sebesar 3,49%.

"Sejumlah upaya perbaikan rasio kredit bermasalah yang dilakukan telah menunjukkan hasil yang baik," kata Fidri dalam keterangannya Kamis (29/10/2021).

Meski demikian, Bank DKI tetap mewaspadai berbagai dampak yang akan terjadi imbas dari pemberlakuan PPKM kepada dunia usaha.

Dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) kinerja Bank DKI juga mengalami pertumbuhan sebesar 7,2% YoY menjadi sebesar Rp 47,1 triliun hingga kuartal ketiga 2021.