Nggak Paham Lagi, Masih Ada Warga +62 yang Umbar Nomor PIN Padahal Rahasia

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 05 Des 2021 15:27 WIB
Close-up of hand entering PIN/pass code for a money transfer, on a ATM/bank machine keypad outside
Foto: Getty Images/iStockphoto/PKpix
Jakarta -

Literasi keuangan Indonesia terbilang masih sangat rendah. Bahkan masih ada saja masyarakat yang belum memahami pentingnya kerahasiaan nomor Personal Identification Number (PIN).

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara menjelaskan menurut data 2019 inklusi keuangan masyarakat Indonesia sudah mencapai 76%. Namun yang untuk literasi atau tingkat kesanggupannya baru 38%.

"Ini dua-duanya masih rendah, literasi keuangan itu 50%-nya dari inklusi. Jadi orang dewasa yang sudah berhubungan dengan dunia keuangan 76%, tapi yang mengerti baru 38%," tuturnya di Bandung, Minggu (5/12/2021).

Tirta memberikan contoh kasus penerima bansos non tunai dalam bentuk kartu. Masyarakat di daerah bahkan masih mengumbar PIN yang seharusnya hanya dia yang tahu.

"Penerima bansos di wilayah remote ada yang tidak paham dengan digitalisasi. Mereka menerima kartu bansos non tunai untuk ambil senbako di warung. Mereka dikasih nomor PIN, karena takut lupa karena ambilnya kan kadang 3 bulan sekali, dicatet PIN-nya di atas kartunya, terus dikasih ke orang. Padahal PIN itu rahasia. Ini yang perlu dididik," terangnya.

Tirta melanjutkan, hal yang lebih parah adalah tingkat literasi keuangan digital yang masih sekitar 36%. Itupun masih banyak yang belum memanfaatkan keuangan digital dengan maksimal.

"Jadi apakah responden itu pakai, ya dia pakai, tapi hanya untuk pembayaran tagihan. Itu hanya 31% dari 36% yang tadi paham. Jadi masih relatif rendah, ini kita dorong terus," tutupnya.

Simak juga video 'Tengah Malam Dapat Spam Penawaran Kartu Kredit Dll, Bisakah Dipidanakan?':

[Gambas:Video 20detik]



(das/dna)