ADVERTISEMENT

Rp 1,2 M Tak Cair, Mimpi Korban AJB Bumiputera Bangun Masjid Buyar

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Rabu, 25 Mei 2022 13:46 WIB
Korban Bumiputera
Korban Bumiputera/Foto: Aldiansyah Nurrahman
Jakarta -

Salah satu nasabah korban gagal bayar Bumiputera 1912, Lucky Datau, harus merelakan impiannya membangun masjid untuk almarhum sang suami. Impiannya kandas setelah Bumiputera 1912 tak kunjung membayar uangnya sebesar Rp 1,2 miliar.

Perempuan berusia 65 tahun ini mengatakan ia mengikuti program Maxi di Bumiputera 1912.

"Maxi itu kita setor uang seperti deposito, terus 5 tahun kemudian bisa diambil, tapi ini sudah 6 tahun tidak bisa diambil bulan April 2021 seharusnya sudah dibayar,tapi ini Mei 2022 belum juga dibayar," paparnya, di Jakarta, Rabu (25/2/2022).

Lucky mengaku sudah menyiapkan tanah di Makassar untuk membangun masjid dengan dana asuransinya itu. Ia tidak ikhlas haknya diselewengkan. "Dosanya ditanggung sama mereka yang ngambil uang saya. Saya tidak ikhlas dunia akhirat, " tegasnya.

Hal serupa juga menimpa Rohmi Imania yang mengaku haknya sebesar Rp 140 juta tidak dibayarkan Bumiputera 1912. Perempuan yang datang dari Palembang ini mengatakan asuransinya dipalsukan.

Ia mengungkapkan asuransi di Bumiputera 1912 atas nama suami, namun ketika suaminya meninggal tiba-tiba datanya berubah menjadi asuransi atas nama Rohmi tanpa sepengetahuan dirinya.

"Suami saya meninggal tanggal 5, tahu-tahu sudah jadi polis tanggal 13 atas nama saya, tanpa sepengetahuan saya," ungkapnya.

Sambil terisak-isak, ia bercerita, tanda tangannya dipalsukan seolah-olah peralihan itu atas persetujuan dirinya. Padahal dana itu akan ia gunakan untuk kuliah putrinya. "Kan menzalimi anak yatim. Anak saya sampai 2 tahun tidak kuliah," katanya.

Koordinator aksi serentak korban Gagal bayar Bumiputera 1912, Fien Mangiri mengatakan para nasabah gagal bayar ini datang dari seluruh penjuru Indonesia, diantaranya Bandung, Makassar, Riau, Bali, dan Palembang.

"Mereka datang ke sini ada yang pakai kapal, ada juga pakai pesawat. Mereka ada yang patungan Rp 25 ribu. Jadi perwakilannya aja yang datang ke sini," katanya.

Simak juga video 'Bisakah Tuntut Asuransi Gegara Premi Diubah Sepihak?':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT