Daftar 25 Bank yang Baru Gabung BI Fast, Biaya Transfer Jadi Rp 2.500

ADVERTISEMENT

Daftar 25 Bank yang Baru Gabung BI Fast, Biaya Transfer Jadi Rp 2.500

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 29 Agu 2022 08:47 WIB
Woman sending money to her friend using mobile phone
Foto: Getty Images/iStockphoto/grinvalds
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat mulai hari ini peserta BI-Fast bertambah 25 bank. Dengan penambahan tersebut, total sudah ada 77 bank sebagai peserta dan mewakili 85% dari pangsa sistem pembayaran ritel nasional.

"Hal ini merupakan komitmen BI dalam mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui perluasan peserta fast payment BI, yaitu BI-FAST," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam keterangan tertulis, Senin (29/8/2022).

Dalam catatan BI, bank yang baru menjadi peserta adalah Bank BTPN, Bank Capital Indonesia, Bank CTBC, Bank ICBC Indonesia, Bank Index Selindo, Bank Jago UUS, Bank Jasa Jakarta, Bank Mayapada, Bank Mayora, Bank Muamalat, Bank Nagari UUS, Bank Neo Commorce, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Yogyakarta, BPD Yogyakarta UUS.

Lalu BPD Kalimantan Barat, BPD Kalimantan Barat UUS, BPD Kalimantan Selatan, BPD Kalimantan Selatan UUS, BPD Sumatera Barat, BPD Sumatera Selatan Bangka Belitung, BPD Sumatera Selatan Bangka Belitung UUS, Bank Seabank, Maybank Indonesia, Maybank Indonesia UUS, serta MNC Bank.

Dalam gelombang ke-4 ini, BI juga menambah layanan kebanksentralan melalui BI-FAST untuk mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia di bidang moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran dan pengelolaan uang Rupiah.

"Dengan semakin luasnya kepesertaan BI-FAST, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat termasuk stakeholder BI akan layanan sistem pembayaran ritel yang CEMUMUAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman, Andal)," ujarnya.

Layanan BI-FAST secara bertahap akan diperluas mencakup layanan bulk credit , direct debit, request for payment dan ke depan cross border retail payment. Dengan adanya ini diharapkan pelaku industri terus berinovasi mengoptimalkan nilai tambah dari layanan BI-FAST untuk meningkatkan inklusi ekonomi dan keuangan, serta mengakselerasi pemulihan ekonomi melalui efisiensi transaksi.

"BI mengharapkan dukungan dan partisipasi seluruh Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) untuk dapat memanfaatkan infrastruktur BI-FAST yang akan menjadi backbone infrastruktur sistem pembayaran ritel masa depan. BI akan terus memperkuat sinergi kebijakan dan implementasi BI-FAST dengan pelaku industri, dalam rangka mengintegrasikan Ekonomi Keuangan Digital (EKD) Nasional," imbuhnya.



Simak Video "Daftar 21 Bank dengan Biaya Transfer Cuma Rp 2.500"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT