2.109 Debitur Sulit Bayar Utang ke Negara, Pemerintah Beri Diskon hingga 80%

ADVERTISEMENT

2.109 Debitur Sulit Bayar Utang ke Negara, Pemerintah Beri Diskon hingga 80%

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 06 Des 2022 15:45 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara melaporkan telah ada 2.109 debitur yang telah menyelesaikan utang ke negara. Penyelesaian itu dilakukan melalui program keringanan utang dari DJKN.

Masyarakat yang memiliki utang ke negara ini tergolong dengan debitur kecil, mulai dari 1.049 debitur pasien rumah sakit, 461 debitur dengan nilai piutang sampai dengan Rp 8 juta, 237 debitur mahasiswa, 92 debitur usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dan 270 debitur lainnya.

Direktur Perumusan Kebijakan Kekayaan Negara (PKKN) Encep Sudarwan mengatakan menjelaskan, program keringanan utang ini memberikan diskon pembayaran utang hingga 80% kepada debitur.

"Jadi ada program keringanan sampai 80%, jadi utang sampai 80%, bayar sendiri dikasih diskon. Jadi (datanya) misalnya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ada mahasiswa yang belum bayar biaya kuliah misalnya Rp 5 juta, kemudian dikurangi 80% tinggal Rp 1 juta, diangsur," ungkapnya di kantor DJKN, Selasa (6/12/2022).

Adapun total piutang negara yang telah lunas melalui program keringanan utang di tahun 2022 sebesar Rp 77,14 miliar, dimana di tahun 2021, total outstanding yang telah dilakukan pelunasan sebesar Rp 101,2 miliar.

Kepala Subdit Piutang Negara, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Sumarsono keringanan utang hingga 80% ini telah diatur dalam PMK Nomor 11 Tahun 2022. Ia menjelaskan tidak ada lagi tahapan diskon keringanan utang, semua debitur mulai dari UMKM hingga pasien rumah sakit bisa langsung mendapatkan keringanan 80%.

"Maka tahun 2022 kita berikan khusus rumah sakit, mahasiswa hingga utang 8 juta berikan langsung CP kita berikan 80% flat. Mau mulai bayar dari Juni, Juli, Agustus, September 80%. Ini merupakan pengkhususan diatur PMK nomor 11 tahun 2022," paparnya.

Sumarsono menjelaskan kebijakan ini berbeda dari tahun sebelumnya di dalam PMK Nomor 15 Tahun 2021. Tahun lalu, keringanan utang yang diberikan pemerintah diberikan bertahap. Pertama jika utang didukung dengan barang jaminan berupa tanah atau bangunan, maka awalnya pemerintah dipastikan membebaskan bunga atau denda 100%.

"Kedua, setelah itu kita melihat pokoknya saja, jika dicover dengan barang jaminan maka kita berikan keringanan 35%, tetapi tidak dicover dengan barang jaminan kita berikan keringanan sebesar 60%," jelasnya.

"Bagi yang melunasi sampai bulan Juni maka kita tambah lagi 40%, tetapi bagi melunasi sampai September keringanan 30% melunasi sampai dengan Desember keringanan20%. Tujuannya adalah semakin cepat membayar semakin besar keringanan yang kita berikan. Ini tarif yang diatur di PMK sebelumnya nomor 15 tahun 2021," jelasnya.

Adapun 10 rumah sakit dengan debitur terbanyak yang mengikuti program keringanan utang di tahun 2022 yakni RSUP Fatmawati Jakarta sebanyak 190 BKPN, RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta sebanyak 180 BKPN, RSUP I G.N.G. Ngoerah Denpasar sebanyak 151 BKPN, RSUP Persahabatan Jakarta sebanyak 78 BKPN, RSPI Prof. DR. Sulianti Saroso Jakarta sebanyak 78 BKPN.

Kemudian, RSUP DR. Sardjito Yogyakarta sebanyak 69 BKPN, RS Marzoeki Mahdi Bogor sebanyak 57 BKPN, RSUP DR. M Hoesin Palembang sebanyak 46 BKPN, RSUP DR. Hasan Sadikin Bandung sebanyak 44 BKPN, dan RSUP DR. Soeradji Tirtonegoro Klaten Jawa Tengah sebanyak 26 BKPN.

Sedangkan tiga universitas dengan debitur mahasiswa terbanyak adalah Universitas Negeri Malang sebanyak 171 BKPN, Universitas Tanjungpura sebanyak 37 BKPN, dan Universitas Sembilanbelas November Kolaka sebanyak 23 BKPN.



Simak Video "Utang yang Capai Rp 7.773 T, Sri Mulyani Pede RI Mampu Bayar"
[Gambas:Video 20detik]
(ada/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT