Masyarakat Dibuatkan Rekening Saldo Awal Rp 50 Ribu, Sumber APBN Rp 11 T

Masyarakat Dibuatkan Rekening Saldo Awal Rp 50 Ribu, Sumber APBN Rp 11 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 09 Sep 2026 17:43 WIB
Bank Indonesia mencatat hingga akhir April 2013 jumlah uang kartal (uang tunai) yang beredar mencapai Rp 392,2 triliun. Menurut pejabat BI, kebutuhan uang tunai itu akan terus meningkat memasuki bulan Ramadan dan Lebaran mendatang. File/detikFoto.
Ilustrasi.Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Semua masyarakat akan memiliki rekening bank. Presiden Prabowo Subianto telah menugaskan BRI dan Bank Syariah Indonesia untuk menyediakan rekening untuk masyarakat.

Rencananya setiap rekening baru akan diberikan saldo awal sebesar Rp 50.000. Dana tersebut, menurut Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto bersumber dari APBN.

Menurut perhitungannya, kira-kira butuh anggaran Rp 11 triliun untuk menjalankan program penyediaan rekening untuk masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dananya dari APBN. Totalnya, kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira 600 juta, atau sekitar Rp 11 T lah," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).

Soal anggarannya akan masuk di APBN tahun ini atau tidak, dia enggan menjelaskan. Yang jelas soal anggarannya masih perlu dibahas.

ADVERTISEMENT

"Anggaran nanti kita bahas, karena kan nggak semuanya langsung segitu. Kan nanti itunya (penyediaan rekeningnya) secara bertahap," kata Airlangga.

Ketika masyarakat sudah menerima rekening tersebut, Airlangga bilang uang yang menjadi dana mengendap di awal sebesar Rp 50.000 bisa diambil sepenuhnya.

"Bisa, bisa ditarik ya," tuturnya.

Tonton juga video "TanyadetikFinance Utang Whoosh Beralih ke Kemenkeu, Ndak Bahaya Ta?"

(hal/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads