Follow detikFinance
Senin 30 Jan 2017, 10:04 WIB

Toserda, Bisnis Makanan Pedas Beromzet Puluhan Juta Rupiah/Bulan

Muhammad Idris - detikFinance
Toserda, Bisnis Makanan Pedas Beromzet Puluhan Juta Rupiah/Bulan Foto: Dok. Willyhono
Jakarta - Bagi sebagian orang di Indonesia belum lengkap rasanya makan tanpa sambal. Tak cuma itu, racikan bumbu yang membuat masakan terasa pedas juga banyak dijumpai dalam berbagai menu dari berbagai daerah.

Fakta ini menjadi peluang bisnis bagi seorang pria di Bandung bernama Willyhono. Kegemaran orang Indonesia pada makanan pedas ditampung Willy, panggilan akrabnya, lewat aneka produk makanan pedas.
.
Willy menawarkan aneka makanan pedas melalui Toserda alias Toko Serba Lada. Lada dalam bahasa sunda artinya pedas. Toserda menjual aneka makanan pedas dalam satu toko.

Willy mengajak rekannya, Lukman Edi Lukito, membuka Toserda di Jalan Padjajaran Nomor 4, Kota Bandung. Modalnya kala itu Rp 10 juta.

Produk Toserda antara lain abon pedas, kerupuk pedas, mie pedas, rendang pedas, dan tentu saja sambal pedas.

"Kita memilih makanan khusus pedas, karena banyak sekali makanan pedas UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang perlu diangkat ke level nasional, bahkan dunia. Nama Toserda sendiri singkatan toko serba lada. Lada di sini dalam Bahasa Sunda artinya pedas. Jadi kita hanya khusus menjual makanan pedas saja," ujar Willy kepada detikFinance, Minggu (29/1/2017).

Toserda, Bisnis Makanan Pedas Beromzet Puluhan Juta Rupiah/BulanFoto: Dok. Willyhono

Willy bercerita, Toserda didirikan tahun 2010 sebagai satu tempat khusus yang menyediakan aneka makanan pedas. Sehingga memudahkan penyuka rasa pedas untuk mencari makanan kegemaran mereka.

"Misalnya ada sambal dari Surabaya dan Bandung, sedangkan yang mau beli dari Surabaya, sulit sekali kalau harus pesan ke dua kota yang berbeda hanya untuk sebotol sambal. Makanya Toserda hadir untuk menjawab kebutuhan one stop shopping khusus untuk makanan pedas," kata Willy.

Mantan konsultan marketing ini bertutur, beberapa makanan pedas dibuatnya sendiri, sebagian lagi dipasok dari UKM di sejumlah kota seperti Surabaya, Jakarta, Manado, dan kota-kota lain.

"Untuk menambah varian di Toserda biasanya kita riset pasar, kita selalu mencari apakah ada barang baru lagi atau supplier baru untuk makanan pedas. Selain itu kita juga sering mendapatkan masukan dari pembeli untuk memasukkan jenis barang tertentu," ucapnya.

Tujuh tahun berjalan, usaha pria kelahiran Bandung 34 tahun ini terus berkembang. Semakin banyak orang yang melancong ke Bandung akrab dengan Toserda. Willy juga dibantu 4 orang karyawan.

Toserda, Bisnis Makanan Pedas Beromzet Puluhan Juta Rupiah/BulanFoto: Dok. Willyhono

Tak hanya mengandalkan toko, penjualan lewat online pun dirambahnya. Namun, untuk urusan omzet, Willy enggan mengungkapnya. Dia hanya menyebut puluhan juta setiap bulan

Yang jelas, dalam menjalani bisnis ini, Willy tak lepas dari tantangan. Di antaranya kesulitan mencari perusahaan ekspedisi hingga lonjakan harga cabai.

"Kesulitan dalam mencari supplier dan ekspedisi karena kita mengirimkan produk ke seluruh wilayah Indonesia. Kita sedikit kesulitan bila harga cabai sedang tinggi, karena banyak supplier adalah UKM. Dengan harga cabai yang tinggi mereka pun kesulitan untuk memproduksi. Ada beberapa yang sampai gulung tikar," pungkas Willy

Jika berminat dengan aneka produk yang ditawarkan Toserda, bisa mengunjungi situs www.toserda.com atau langsung datang ke Toserda di Jalan Padjajaran Nomor 4, Kota Bandung. (idr/ang)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed