Follow detikFinance
Senin 27 Feb 2017, 10:23 WIB

Jualan Kepiting di Medsos, 2 Pemuda Raup Omzet Rp 50 Juta/Bulan

Danang Sugianto - detikFinance
Jualan Kepiting di Medsos, 2 Pemuda Raup Omzet Rp 50 Juta/Bulan Foto: Dok. Kepiting Nyinyir
Jakarta - Media sosial (medsos) tak hanya jadi ajang buat eksis, tapi juga sebagai sarana memasarkan bisnis sekaligus menjaring konsumen. Peluang ini tak disia-siakan Gilang dan Rachman, dua pemuda yang berbisnis kuliner kepiting lewat Instagram.

Awal keduanya terjun ke bisnis kuliner pada Oktober tahun lalu. Saat itu menu kepiting ala Louisiana sedang tren di Jakarta.

Restoran yang khusus menyajikan menu tersebut juga bermunculan. Namun, jarang yang mengandalkan pemasaran lewat medsos.

"Memang seru makan kepiting begini, tapi kita ingin mereka bisa makan kepiting di mana saja. Oleh karena itu kita jual melalui online," kata Gilang kepada detikFinance, beberapa waktu yang lalu.

Jualan Kepiting di Medsos, 2 Pemuda Raup Omzet Rp 50 Juta/BulanFoto: Dok. Kepiting Nyinyir


Keduanya mengeluarkan modal awal Rp 3 juta. Uang tersebut sebagian besar digunakan untuk promosi awal. Kuliner racikan Gilang dan Rachman diberi nama Kepiting Nyinyir. Istilah nyinyir diambil dari kata-kata percakapan di Instagram.

"Nyinyir kan sebenarnya bahasa kerennya anak instagram buat yang suka ngomongin orang. Apa lagi ada yang namanya lambe turah, dia bilang nyinyir banget sih. Maksudnya ingin kepiting saya banyak yang ngomongin, jadi banyak yang order," tutur Gilang.

Gilang Dan Rachman mengundang teman-temannya yang keranjingan posting di instragram saat meluncurkan Kepiting Nyinyir di salah satu restoran milik temannya. Sebagian dari modal mereka gunakan untuk memberikan produk Kepiting Nyinyir gratis kepada 30 orang temannya.

Jualan Kepiting di Medsos, 2 Pemuda Raup Omzet Rp 50 Juta/BulanFoto: Dok. Kepiting Nyinyir


Tapi syaratnya, mereka harus berbagi pengalaman makan Kepiting Nyinyir di akun instagram masing-masing. Benar saja, keesokan hari order Kepiting Nyinyir mulai berdatangan. Pemasaran di Instagram lewat akun @kepiting_nyinyir.

"Meski oderan yang masuk per harinya masih dalam hitungan jari, tapi kita senang Kepiting Nyinyir mulai dikenal," tutur Rachman.

Tak hanya itu, Gilang dan Rachman juga menyiapkan bujet khusus untuk kegiatan promosi di instagram untuk memperluas pemasaran lewat akun @kepiting_nyinyir.

"Total kami sediakan Rp 3 juta per bulan untuk kegiatan promosi. Kalau dulu kita lebih banyak untuk food blogger, tapi sekarang lebih banyak ke instagram ads," tambah Gilang.


Strategi pemasaran lewat Instagram ternyata berbuah Manis. Dalam bulan pertama, omzet mereka tembus hingga Rp 45 juta.

Bukan itu saja, akun @kepiting_nyinyir telah memiliki 4.000 pengikut di instagram. Bahkan, Hanya dalam waktu 66 Hari omzet Kepiting Nyinyir sempat tembus Rp 100 juta.

Kini rata-rata omzet mereka per bulan mencapai Rp 50 juta. Selain itu, perkembangan bisnisnya juga tidak lepas dari inovasi yang terus dilakukan. Pada Januari lalu Kepiting Nyinyir telah resmi menjadi partner Go-Jek. Sehingga pelanggannya bisa melakukan orderan melalui Go-Food.

"Awalnya ada pesan lewat Go-Food, kita kaget karena belum kerja sama. Ternyata orang Go-Jek yang masukin nama kita, karena mungkin lagi hits. Tanpa pikir panjang kita langsung mau kerja sama dengan mereka. Sebenarnya kalau tidak kerja sama juga tetap ada di Go-Food, tapi menunya enggak bisa di-update, ongkosnya juga sesuai tarif. Kalau kerja sama ongkirnya flat, bahkan free ongkir kalau pakai Go-Pay dan bisa update menu," terang Rachman.

Selain menjalankan bisnis, kedua pemuda tersebut tidak lupa berbagi dengan sesama melalui kegiatan sosial. Sejak awal mendirikan Kepiting Nyinyir, Gilang dan Rachman mengalokasikan sebagian dari profitnya untuk kegiatan sosial.

"Sejak awal 10% kami anggarkan untuk kegiatan CSR itu," kata Gilang.

Kepiting Nyinyir juga saat ini menjalin kerja sama dengan program Indonesia Mengajar. Lewat kerja sama tersebut, mereka kini memiliki program Nyinyir Sambil Iuran. Melalui program ini pelanggan Kepiting Nyinyir ikut menyumbang Rp 3.000 per pesanan, untuk membantu kegiatan pendidikan lewat program Indonesia Mengajar. (hns/wdl)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed