Follow detikFinance
Selasa 28 Mar 2017, 15:44 WIB

Produk Tas Motif Asal Aceh Ini Tembus Pasar ASEAN dan Eropa

Datuk Haris Molana - detikFinance
Produk Tas Motif Asal Aceh Ini Tembus Pasar ASEAN dan Eropa Foto: Datuk Haris Molana/detikcom
Lhokseumawe - Bisnis tas sudah marak di mana-mana. Namun, kondisi ini tak menyurutkan Nailatul Amal, Warga Desa Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, Aceh, menggarap bisnis serupa.

Nailatul membuat tas motif batik dan dipasarkan di Aceh, wilayah Sumatera, Jawa, hingga tersebar ke negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Tak hanya di ASEAN, tas racikan Nailatul juga 'melenggang' ke Norwegia, Spanyol, dan Denmark.

"Awal mula saya merintis sewaktu masih tinggal di Banda Aceh pada tahun 2006. Saat itu saya hanya membuat manik-manik untuk jilbab yang biasa dipakai dan disukai para konsumen," ujar Nailatul yang akrab disapa Mi Cut, kepada detikfinance, Senin (27/3/2017).

Mi Cut bercerita, hingga 2008 bisnisnya mengalami pasang surut, tapi tak menyurutkan niatnya meneruskan bisnis tas dengan segala risikonya. Setahun kemudina, dia mulai mempekerjakan 30 perajin untuk menyiapkan pesanan konsumen.

Tas motif asal Lhokseumawe AcehTas motif asal Lhokseumawe Aceh Foto: Datuk Haris Molana/detikcom

"Pada tahun 2009, hasil karya saya banyak diminati oleh pembeli. Waktu itu pasokannya hanya dikirim ke Kota Medan, Sumatera Utara. Alhamdulillah, kalau sekarang sudah ada pesanan dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Norwegia, Spanyol, Denmark dan Amerika Serikat," sebut Mi Cut.

Baca juga: Bikin Bunga Hiasan, Perempuan Aceh Ini Raup Untung Jutaan Rupiah

Di rumah sederhanya itu usaha dengan meski tanpa plang nama terpasang namun, Mi Cut menamakan usahanya dengan nama Syirkatunnisa yang artinya perkumpulan para perempuan. Di tempat itulah Mi Cut setiap hari membuat kerajinan tangan bordir khas Aceh seperti Dompet, Tas Keong, Sovenir, Tas Mini dan Mukenah dengan kualitas ekspor.

Tas motif asal AcehTas motif asal Aceh Foto: Datuk Haris Molana/detikcom

"Saya saat ini telah dan terus membimbing serta memfasilitasi 60 orang perajin dengan berbagai jenis sesuai pesanan. Harganya sangat dinamis, mulai dari Rp10.000 hingga Rp350.000. Alhamdulillah, sebulannya dapat untung belasan juta rupah," tutur Mi Cut.

Dia berharap semoga ke depan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara semakin memperhatikan usaha yang dikelolanya ini dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada pekerja agar pertumbuhan ekonomi masyarakat terus meningkat dan menekan pengangguran sehingga tingkat kriminalitas teratasi. (hns/hns)
Usaha Anda ingin kami iklankan, silahkan klik disini untuk bergabung dengan Adsmart!
Kunjungi adsmart.detik.com sekarang juga, untuk mempromosikan bisnis usaha Anda
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed