Follow detikFinance
Rabu 29 Mar 2017, 07:06 WIB

Bikin Bunga Kertas, Perempuan Muda Ini Raup Rp 28 Juta/Bulan

Danang Sugianto - detikFinance
Bikin Bunga Kertas, Perempuan Muda Ini Raup Rp 28 Juta/Bulan Foto: Dok. Instagram Paper Flower Jakarta
Jakarta - Menggeluti bisnis sejak usia muda kini sedang tren. Contohnya, Yana Ristia, pemilik Paper Flower Jakarta. Usianya masih terbilang muda baru 25 tahun, namun bisa menghasilkan omzet bisnis Rp 28 juta per bulan.

Angka yang cukup besar untuk bisnis bunga kertas produksi rumahan. Sebelumnya, Yana pernah menjadi karyawan sebuah perusahaan konstruksi di Jakarta.

Nah, awal kisahnya terjun ke dunia bisnis bisa dibilang tidak sengaja. Pada 8 Agustus 2016 Yana dilamar oleh kekasihnya. Dia pun ingin rumahnya tampak berbeda ketika menyambut keluarga dari calon pendamping hidupnya itu.

Terbersit ide untuk menghiasi dinding ruang tamu rumahnya dengan hiasan bunga kertas (paper flower). Saat itu sebenarnya sudah ada penjual paper flower, namun Yana ingin menjajal untuk membuat dari tangannya sendiri.

"Ya simple, saya akhirnya belajar dari Youtube. Karena banyak tutorialnya," kenangnya saat berbincang dengan detikFinance.

Bikin Bunga Kertas, Perempuan Muda Ini Raup Omzet Rp 28 Juta/BulanFoto: Dok. Instagram Paper Flower Jakarta


Foto-foto dokumentasi saat acara lamarannya terlihat cantik dengan adanya paper flower. Sebagian dari foto-foto itu dia unggah ke akun Instagram dan Path miliknya.

Ternyata, teman-temannya di media sosial kepincut dan memesan produk racikan Yana. Tak sampai di situ saja, Kekasihnya mendorong Yana serius menggarap bisnis paper flower itu.

Saat itu pula dia mulai merintis bisnis dengan nama Paper Flower Jakarta. Yana menawarkan produk bunga kertas di media sosial dengan diskon 50%. Dia juga langsung membuat akun Instagram khusus bisnis dengan nama @paper_flower_jkt pada September 2016.

Ketika pesanan mulai banyak, Yana merasa kerepotan dan merasa harus memiliki tenaga pembantu. Akhirnya dia memberdayakan ibu-ibu tetangganya untuk ikut membantu. Ibu-ibu itu dibayar sekitar Rp 33.000 sampai Rp 53.000 per bunga, tergantung tingkat kerumitan.

Yana menjual paper flower miliknya dibagi menjadi tiga paket. Paket 1 dihargai Rp 500.000, paket 2 Rp 750.000 dan paket 3 Rp 1.000.000. Dari harga tersebut Yana bisa mengantongi margin profit sebesar 70-75%.

Bikin Bunga Kertas, Perempuan Muda Ini Raup Omzet Rp 28 Juta/BulanFoto: Dok. Instagram Paper Flower Jakarta


"Besar memang marginnya, tapi pembuatannya sangat sulit. Saya juga harus cek lagi setiap bunga yang dibuat ibu-ibu, kalau ada yang salah saya rombak lagi, karena saya kualitas dari bentuknya. Dulu saya sampai enggak tidur semalaman untuk ngerjain satu pesanan," imbuh Yana.

Untuk saat ini Yana bisa mengantongi rata-rata omzet per bulan sebesar Rp 28 juta. Kini Yana berencana mengembangkan produknya dengan menambah jenis produk dan paket baru. Dalam waktu dekat Paper Flower Jakarta akan mengeluarkan dekorasi, photobooth, dan hand bouqet bunga artifisial.

"Ke depannya lebih total di service dan party decoration. Itu beberapa bulan lagi, sedang disiapkan. Ratenya untuk dekorasi Rp 1,5 juta- Rp 3,5 juta," tutur Yana.

Bikin Bunga Kertas, Perempuan Muda Ini Raup Omzet Rp 28 Juta/BulanFoto: Dok. Instagram Paper Flower Jakarta
(hns/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed