Follow detikFinance
Selasa 04 Apr 2017, 11:07 WIB

5 Sahabat Ini Bisnis Kuliner Ala Camping Beromzet Rp 300 Juta

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
5 Sahabat Ini Bisnis Kuliner Ala Camping Beromzet Rp 300 Juta Foto: Dok. Travelmie
Jakarta -

Ide bisnis bisa datang dari mana saja. Salah satunya dari hobi camping alias berkemah. Lewat hobi ini, 5 sahabat yaitu Herry, Bara Al Azis, Mutiara Sufi, Masruri Abdullah, dan Achmad Fathoni, bekerja sama menuangkan ide kreatif menjadi sebuah bisnis.

Berawal dari hobi camping di gunung, mereka berlima kemudian memiliki konsep unik, yakni membawa suasana berkemah di pegunungan, ke daerah perkotaan. Konsep tersebut diwujudkan dalam bisnis kuliner bernama Travelmie, yaitu resto dengan suasana perkemahan lengkap dengan tenda dan aneka perlengkapan kamping lainnya.

Salah seorang di antara mereka, Herry, bercerita kepada detikFinance, mulanya ia dan 4 sahabatnya itu tak berniat membuka bisnis kuliner, melainkan ingin membuka biro perjalanan. Namun karena beberapa alasan, seperti tak punya waktu dan lain sebagainya, rencana itu tak berjalan.

Malah Sebaliknya, mereka justru meraup cuan dari bisnis kuliner. Awalnya, Travelmie dijajakan hanya dengan menggunakan gerobak seadanya, dan menyiapkan tenda-tenda di pinggir jalan, di kawasan Cipondoh, Tangerang, pada 2014 silam.

5 Sahabat Ini Bisnis Kuliner Ala Kamping Beromzet Rp 300 Juta/BulanFoto: Dok. Travelmie

"Dulu walaupun kecil kita pakai gerobak, terus ada tendanya 10, kita pasang tenda di pinggir jalan, sampai bikin macet. Ternyata antusiasmenya tinggi, dan akhirnya kita fokus ke bisnis ini," cerita Herry kepada detikFinance, beberapa waktu lalu di Travelmie Tangerang.

Setelah kurang lebih 6 bulan, mereka akhirnya memutuskan mencari tempat baru yang lebih besar. Pada Juni 2015, mereka memindahkan dan mengembangkan bisnisnya ke Jalan Kisamaun, Pasar Lama, Tangerang.

Setelah pindah, bisnis mereka kian moncer. Dari modal awal sebesar Rp 30 juta, Kini mereka bisa meraup omzet hingga Rp 300 juta per bulan.

"Pertama kali itu modalnya Rp 30 jutaan, untuk beli perlengkapan segala macam, seperti tenda, peralatan masak dan gerobaknya juga. Terus jualan dapat keuntungan selama 6 bulan sekitar 40 juta, ditambah modal masing-masing untuk bisa pindah ke sini (Pasar Lama). Sekarang omzet kita kisaran Rp 180 juta sampai Rp 300 juta/bulan," terang Herry.

5 Sahabat Ini Bisnis Kuliner Ala Kamping Beromzet Rp 300 Juta/BulanFoto: Dok. Travelmie

Mereka tak menyangka bisnis kuliner ini laris manis. Pasalnya, lima sekawan imo tak punya latar belakang kuliner sama sekali. Namun, karena serius dalam berusaha, mereka akhirnya bisa berhasil. Bahkan, mereka berani keluar dari pekerjaannya masing-masing, sehingga bisa fokus ke Travelmie.

"Kita sebenarnya basic-nya bukan orang kuliner dan marketing. Tiga orang dari IT, satu orang psikologi, satu lagi kesehatan masyarakat. Jadi enggak ada yang nyambung di bisnis ini. Akhirnya kita belajar banyak dari orang-orang, ikut seminar, sampai ikut ibu-ibu belajar kue untuk tambah ilmu," cerita Herry.

"Karena antusiasme bisnis ini tinggi, kita Istiqomah, keluar kerja semua, demi jalanin bisnis travel mie ini. Itu mutusin keluar kerja pas kita jualan masih pakai gerobak. Sampai sekarang kita enggak ada yang kerja," sambung Herry.

Selain di Tangerang, kini mereka bahkan telah memiliki cabang-cabang Travelmie di 3 daerah lainnya. Ada di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Surabaya, hingga Malang, Jawa Timur. Mereka pun berencana untuk menambah cabang lainnya.

5 Sahabat Ini Bisnis Kuliner Ala Kamping Beromzet Rp 300 Juta/BulanFoto: Dok. Travelmie

"Setelah pindah ke sini, kita punya pikiran untuk tambah tempat lain lagi, akhirnya kita punya satu lagi di Jakarta, di Pasar Minggu dekat asrama Brimob. Itu Juni 2016. Habis itu kita ngebut lagi, dan bulan November kita buka di Surabaya, tapi Surabaya sistemnya franchise, terus kita buka lagi Februari kemarin di Malang. Kita sedang mau garap satu tempat lagi, di Sidoarjo atau Yogyakarta," terang Herry.

Herry menjelaskan, di Travelmie sendiri ada berbagai menu yang ditawarkan, dengan kisaran harga yang relatif terjangkau, yakni di bawah Rp 40 ribu.

"Harga menu kita di bawah Rp 40 ribuan, jadi kita melihatnya dari kemampuan kalangan bawah. Untuk menu, karena namanya Travelmie ini, jadi menu utamanya ada mie. Kenapa mie? karena kalau kita camping paling praktis itu makan mie. Terus ada minumannya, itu kreasi sendiri, pakai nama-nama kepencita-alaman, atau nama-nama alam. Seperti Mojito gunung di Sulawesi, Sagara atau Danau Sagara," jelas Herry.

Meski boleh dibilang sukses, bukan berarti tak ada tantangan dalam menjalankan bisnis. Herry menuturkan, mereka berlima harus putar otak supaya Travelmie tetap eksis. Salah satunya ialah dengan memberikan berbagai inovasi.

5 Sahabat Ini Bisnis Kuliner Ala Kamping Beromzet Rp 300 Juta/BulanFoto: Dok. Travelmie

"Karakter konsumen atau karyawan itu berbeda-beda. Dan orang indonesia ini gampang bosan sebenarnya. Jadi kalau ada hal yang baru, dia mau datangi, kalau sudah beberapa kali didatangi dia bosan. Makanya kita harus siapkan inovasi baru, misalnya dari menu, kadang 3-4 bulan kita ganti menu. Dari Travelmie sekarang kita sudah punya sekitar 100 pegawai dari empat tempat, di sini (Tangerang), Jakarta, Surabaya, dan Malang," pungkas Herry.

Jika tertarik mencoba sensasi berkemah di perkotaan ala Travelmie, anda bisa langsung datang ke:
Tangerang: Jalan Kisamaun No 154, Kota Tangerang
Jakarta: Jalan Raya Pasar Minggu No 55 Pejaten Timur, Jakarta Selatan
Malang: Jalan Perum Taman Ijen Blok B-39, Malang
Surabaya: Jalan Raya Mulyosari No 171 Kalisari, Kota Surabaya

Instagram: Travelmie
Facebook: Travelmie (ang/ang)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed