Follow detikFinance
Jumat 28 Apr 2017, 14:20 WIB

Bisnis Sarung dan Kain Batik, Pria Ini Raup Omzet Rp 50 Juta/Hari

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Bisnis Sarung dan Kain Batik, Pria Ini Raup Omzet Rp 50 Juta/Hari Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance
Jakarta - Romi Oktabirawa memiliki mimpi untuk membuat sarung batik terkenal di seluruh dunia. Pemilik Antero Batik asal Pekalongan ini, memikirkan, jika Jepang saja punya kimono, China punya Congsam mengapa Indonesia tidak bisa terkenal dengan sarungnya.

Di Pameran Inacraft 2017 ini, Romi mengusung tema Sarung is My New Denim. Bukan tanpa alasan, dia menggunakan tema tersebut.

Menurut Romi, saat ini sarung bisa digunakan untuk segala usia, semua jenis kelamin dan semua kalangan. Jadi sarung juga tidak hanya digunakan untuk beribadah, tidur dan ronda saja.

Sarung batik Pekalongan-Antero BatikSarung batik Pekalongan-Antero Batik Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance

Sekarang, sarung juga sudah menjadi fesyen di kalangan masyarakat. "Sekarang sudah banyak yang menggunakan sarung, di mall-mall," ujar Romi saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jumat (28/4/2017)

Di gerai Antero Batik, Romi menawarkan sarung berbahan katun seharga Rp 150.000 berukuran 220 x 120 cm. Selain sarung, Romi juga menjual aneka kain batik tulis, termasuk yang berbahan sutra ukuran 2,7 meter seharga Rp 3,5 juta.

Dari bisnis sarung dan kain batik ini, Romi bisa meraup Omzet rata-rata Rp 50 juta dalam sehari.

Kain batik tulis Pekalongan-Antero BatikKain batik tulis Pekalongan-Antero Batik Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance


Batik Asli vs Tekstil Bermotif Batik

Romi juga menjelaskan, di Pameran Inacraft ini ada garansi dari Asosiasi Pengusaha Handicraft Indonesia (Asephi) bagi anda yang ingin membeli kain batik asli.

Dia menjelaskan, di sini batik bergaransi memiliki stiker hologram khusus yang menjamin keaslian batik itu diproses menggunakan lilin panas baik dilukis menggunakan canting atau dicap.

Pasalnya, saat ini ada pedagang-pedagang nakal yang kurang jujur, yakni mereka menjual tekstil bermotif batik, namun mengaku menjual batik asli.

"Jadi banyak yang berlindung dibalik nama batik, jadi sebenarnya kami menginginkan kepuasan pelanggan dengan memberikan jaminan asli pada batik yang mereka beli," tutur Romi yang juga Ketua Pengurus Cabang Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) dia.

Sekarang ini menurut dia, sudah banyak yang membuat tekstil bermotif batik (batik print) dengan menggunakan lilin. Hal ini dilakukan untuk mengelabui pembeli yang kurang memahami asli atau tidaknya kain batik.

Kain batik Pekalongan-Antero BatikKain batik Pekalongan-Antero Batik Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance

Padahal, yang menjadi ciri khas batik adalah prosesnya, bukan motifnya. Bagaimana kain itu digambar, direndam dan dikeringkan.

Mau beli atau pesan sarung dari Antero Batik? Bisa hubungi :

Instagram: anterobatik
Whatsapp : 087800122999
081903675933

Jika berkunjung ke Pekalongan bisa datangi outlet di Jl. Gajah Mada Barat No 201 Pekalongan. (hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed