Follow detikFinance
Kamis 04 May 2017, 15:37 WIB

Ini Dia Karimba Alat Musik Khas Afrika Made in Banyuwangi

Putri Akmal - detikFinance
Ini Dia Karimba Alat Musik Khas Afrika Made in Banyuwangi Foto: Putri Akmal/detikcom
Banyuwangi - Suara menderu mesin gergaji terdengar jelas dari sebuah bengkel seni di Dusun Bolot, Desa Alian, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Di rumah sekaligus bengkel seni itu, limbah batok kelapa dan kayu bekas 'disulap' menjadi karimba, alat musik khas Afrika, dengan cat warna-warni cantik.

Pemilik kerajinan ini adalah Supriyanto (60), pria di balik suksesnya karimba made in Banyuwangi. Supriyanto merintis bisnis karimba setelah meninggalkan pekerjaannya sebagai kuli bangunan di Bali , dan pulang ke Banyuwangi. Pada 2006, Supriyanto mulai membuat karimba dengan bahan balu limbah batok kelapa, beberapa kayu dan jeruji sepeda.

Dengan 7 karyawan yang ia bina, dalam sehari Supriyadi mampu memproduksi karimba sebanyak 600-700 buah. Sedikitnya dalam sebulan ia membutuhkan kurang lebih 75 ribu hingga 140 ribu batok kelapa. Setelah diproses, satu buah Karimba ia bandrol dengan harga Rp 20.000-50.000.

Pembuatan karimba-alat musik asal AfrikaPembuatan karimba-alat musik asal Afrika Foto: Putri Akmal/detikcom

Jika diperhatikan, bentuk alat musik karimba ini sederhana. Ukurannya kecil, berdiameter sekitar 20-25 centimeter, seukuran dengan batok kelapa sebagai bahannya. Diatas permukaan kayu, ada tujuh besi jeruji yang digunakan sebagai alat petik. Dan supaya tampilannya lebih menarik, permukaan kayu karimba dihias dengan warna-warni cat dengan corak artistik. Cantik!

"Tingkat kesulitannya pada proses pengecatan karena butuh ketelatenan dan kesabaran. Apalagi ini pengecatannya disesuaikan dengan pesanan," kata Supriyadi di bengkel seni miliknya, Kamis (4/5/2017).

Berkat keuletan dan semangat pantang menyerah, Bali ia jadikan tujuan awal penjualan produk buatannya. Lalu di tahun 2009 Supriyadi mulai menggandeng beberapa toko kesenian di Pulau Dewata.

Pembuatan karimba, alat musik asal AfrikaPembuatan karimba, alat musik asal Afrika Foto: Putri Akmal/detikcom

Sejak saat itulah permintaan karimba buatannya terus meningkat. Kini tak hanya Bali sebagai sasaran empuk penjualan Karimba. Karimba bikinannya juga ia kirim hingga ke Eropa, Afrika, Asia Tengah dan Amerika. Maka tak heran jika bisnisnya berbuah manis, dalam sebulan omset Karimba buatannya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

"Omzetnya dalam sebulan pokonya puluhan juta rupiah lah," tutupnya sambil tertawa. (hns/hns)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed