Follow detikFinance
Sabtu 15 Jul 2017, 11:56 WIB

Gagal Ternak Lele, Mantan TKI Ini Bisnis Ayam Beromzet Miliaran

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Gagal Ternak Lele, Mantan TKI Ini Bisnis Ayam Beromzet Miliaran Foto: Dok. Pribadi
Jakarta - Abdullah Hadi berangkat mengadu nasib ke Korea Selatan (Korsel) pada 1997. Modal ke Korsel ia peroleh dari menggadaikan sawah orang tua sebesar Rp 1,2 juta.

Selama 3 tahun di Korsel, Hadi bekerja di perusahaan terpal. Setelah 3 tahun mengais rezeki di Negeri Ginseng, Hadi pulang ke kampung halamannya di Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Mimpinya saat itu menjadi pengusaha di bidang perikanan. Bermodal uang hasil kerja di Korsel Rp 130 juta, ia merintis bisnis lele.

"Angan-angan saya waktu pulang mau usaha perikanan, karena di daerah saya itu airnya melimpah," ujar Hadi kepada detikFinance, Kamis (15/7/2017).

Uang hasil kerja keras di Korsel sudah terpakai semua untuk membuka dan membangun bisnis lele. Sayang, Hadi justru gagal meraup pundi-pundi rupiah dari ternak lele, ia justru gagal di bisnis ini.

"Saya gagal pulang dari Korea. Cita-cita yang saya idamkan pulang dari Korea jadi pengusaha, gagal," kata Hadi.
Gagal Ternak Lele, Mantan TKI Ini Bisnis Ayam Beromzet MiliaranFoto: Dok. Pribadi

Bisnis ayam

Kemudian, Ia mendatangi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) untuk mencari tahu program usaha bagi mantan TKI, dan ternyata ada yang namanyapemberdayaan TKI purna. Programnya adalah beternak ayam.

Setelah ikut program pemberdayaan, pada 2015 Hadi bersama 3 orang mantan TKI Korsel ingin membangun peternakan ayam modern, dengan kandang besar di atas lahan 100x10 meter persegi dan pengolahan limbah yang terintegrasi. Cuma mereka terbentur biaya, karena butuh sekitar Rp 1 miliar-Rp 2 miliar untuk bangun kandang seperti itu.

Lantas, BNP2TKI memberi solusi pinjaman usaha dari BNI dengan jaminan sertifikat tanah. Dalam seminggu uang Rp 2 miliar sudah ditangan dan kandang siap dibangun. Dua kandang ayam berukuran besar akhirnya terbangun.

Hadi bermitra dengan PT Super Unggas Jaya (Suja), anak usaha Cheil Jedang Feed Indonesia, perusahaan peternakan asal Korsel yang beroperasi di Indonesia. PT Suja memasok bibit ayam potong jenis Kop ke peternakan Hadi untuk dibesarkan.

Ternyata bisnis ini menggiurkan. Ayam siap panen di usia 22 hari dengan bobot 1 kg dan 29 hari dengan bobot 1,6 kg, dan dihargai Rp 4.000-Rp 5.000/ekor. Singkat cerita, saat ini sudah ada 24 kandang dengan populasi ayam sekitar 600.000 ekor.

Dalam menjalankan bisnis, Hadi menggandeng para mantan TKI Korsel sehingga mereka tak kembali lagi mencari rezeki di negeri orang. Para mantan TKI ini menjadi investor kandang dan ayam.
Gagal Ternak Lele, Mantan TKI Ini Bisnis Ayam Beromzet MiliaranFoto: Dok. Pribadi

"Saya ingin mereka menjadi pengusaha di Indonesia, tak perlu kembali lagi bekerja di negeri orang," tutur Hadi.

Satu kandang dimiliki 4 orang dengan populasi antara 30.000-40.000 ekor. Modal dari uang hasil kerja keras mereka di Korsel. Total omzet tiap kandang untuk setiap kali panen berkisar antara Rp 135 juta-Rp 180 juta/bulan.

Hadi juga punya ayam sendiri dengan populasi mencapai 220.000 ekor. Kini, Hadi menjalankan usahanya dengan nama Sonagi, artinya bersih-bersih dalam bahasa Indonesia. Lini bisnis Sonagi antara lain pelatihan bahasa Korea dan peternakan ayam. (hns/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed