Follow detikFinance
Kamis, 08 Nov 2018 18:55 WIB

4 Tahun Berdiri, UKM di Dolly Kini Beromzet Rp 50 Juta/Bulan

Robi Setiawan - detikFinance
Foto: Robi Setiawan/detikcom Foto: Robi Setiawan/detikcom
Surabaya - Kementerian Sosial (Kemensos) terus berupaya menyelesaikan masalah kemiskinan di Indonesia, salah satunya dengan program Kelompok Usaha Bersama (KUB). Kisah inspiratif pun muncul di KUB yang berada di Surabaya, tepatnya di bekas lokalisasi Dolly.

KUB Mampu Jaya adalah salah satu dari delapan KUB pertama yang didirikan setelah penutupan lokalisasi Dolly pada 2014 silam. Setelah 4 tahun berdiri, KUB Mampu Jaya kini telah mampu meraup omzet hingga Rp 50 juta per bulannya.


4 Tahun Berdiri, UKM di Dolly Kini Beromzet Rp 50 Juta/BulanFoto: Robi Setiawan/detikcom

"Tahun 2014 itu Dolly ditutup, terus dibentuk beberapa KUB, salah satunya KUB Mampu Jaya. Ya sekarang omzet bisa sekitar Rp 50 juta lah sebulan," kata Ketua KUB Mampu Jaya Atik Tri Ningsih saat ditemui di bekas Wisma Barbara di Gang Dolly, Surabaya, Kamis (8/11/2018).

KUB Mampu Jaya mengawali usahanya di bidang pembuatan sepatu kemudian berlanjut ke pembuatan sandal. Atik mengaku KUB yang dipimpinnya ini dulu hanya bermodalkan bahan bekas pelatihan.

"Awalnya ya dari bekas-bekas pelatihan, kita cuma modal tenaga. Baru mulai 2015 itu ada bantuan dari Kemensos yang Rp 20 juta itu," jelasnya.

KUB Mampu Jaya kini beranggotakan sebanyak 15 orang yang seluruhnya merupakan warga asli Dolly. Walau begitu Atik mengungkapkan bahwa jumlah anggotanya selalu berkurang dan bertambah.


4 Tahun Berdiri, UKM di Dolly Kini Beromzet Rp 50 Juta/BulanFoto: Robi Setiawan/detikcom

Dirinya pun mengaku bersyukur karena peran pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Surabaya dan Kemensos yang telah membantu pendirian KUB Mampu Jaya. Namun dirinya tetap berharap dari pemerintah tetap melakukan pendampingan secara rutin.

"Dulu kan bantuan itu dari Kemensos ada. Ya alhamdulillah dari Pemkot Juga kasih fasilitas tempat ini lantai satu, kita kan nggak usah bayar tempat, listrik. Cuma ke depannya ada pendampingan lah gitu," ungkapnya. (ega/hns)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed