Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 09 Des 2016 06:32 WIB

UMP 2017, Apakah Cukup Untuk Biaya Hidup Anda?

Bareyn Mochaddin - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Persoalan upah atau gaji memang menjadi salah satu hal yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Sering kali kantor kami (AAM & Associates) mendapatkan pertanyaan (yang menjurus pada keluhan) tentang bagaimana mengoptimalkan gaji yang diterima, karena penghasilan yang didapatkan dirasa kurang, di sisi lain harga kebutuhan pokok semakin meningkat tiap tahunnya.

Seperti telah diketahui bahwa Pemerintah merilis formula baru penentuan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang tertuang dalam PP 78 Tahun 2015, dengan perhitungan ini seorang pegawai akan mendapatkan kenaikan UMP tahun 2017 sebesar 8,25%. Angka ini didapatkan dengan asumsi inflasi 3,07% dan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 sebesar 5,18%.

Silakan menghitung sendiri berapa besar upah yang akan anda dapatkan di tahun depan, bila mencari informasi dari berbagai media online nasional, kisarannya sebesar Rp 3.300.000 besaran minimum per bulannya yang akan anda terima di tahun 2017.

Beberapa dari anda mungkin akan mengerenyitkan dahi, karena kecewa atas perhitungan upah yang dilakukan pemerintah, namun saya yakin banyak pula di antara anda yang juga bersyukur mendapatkan kenaikan upah ini. Namun, berapa pun upah yang anda dapatkan, bukankah lebih baik anda menggunakannya secara maksimal dengan pengelolaan yang baik daripada anda hanya mengeluhkannya bukan?

Hal paling mendasar dari pengelolaan gaji bulanan adalah mengetahui perbedaan keinginan dan kebutuhan. Untuk membedakannya sangatlah mudah, bila sesuatu hal tidak anda penuhi dan mengganggu kehidupan anda, maka itu adalah kebutuhan. Dan bila sesuatu hal tidak anda penuhi dan mengganggu gengsi anda, maka hal itu adalah keinginan.

Sekarang coba anda ingat-ingat lagi pengeluaran anda sebulan ke belakang, kira-kira mana yang termasuk kebutuhan dan mana yang keinginan? Bila anda sudah mengetahui mana yang termasuk dalam kategori keinginan, maka anda harus mulai belajar untuk menghapusnya dari daftar pengeluaran bulanan anda.

Selanjutnya yang juga penting adalah urusan utang, tidak sedikit orang yang mengeluh karena utang. Namun rata-rata utang yang ada di saat ini hadir, karena adanya kegagalan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga, pemilihan utang pun menjadi sangat penting.

Bila anda terpaksa berutang hanya untuk membeli sebungkus rokok, sebaiknya anda lupakan utang tersebut. Namun, bila anda berutang yang dapat menghasilkan sebuah aset, misalnya berutang untuk membeli kendaraan untuk membantu mobilitas kerja, maka utang tersebut dapat anda ambil selama cicilannya tidak melebihi 30% dari penghasilan bulanan anda.

Dalam pengelolaan keuangan bulanan, kadang ditemukan juga beberapa pos pengeluaran yang sia-sia. Artinya, seseorang mengeluarkan uang untuk sesuatu yang ada manfaatnya, namun tidak dia butuhkan. Contohnya sangat banyak, misalnya anda bekerja di sebuah perusahaan yang menyediakan fasilitas mes/asrama gratis tapi anda memilih untuk menyewa rumah/kost, atau misalnya perusahaan menyediakan layanan antar-jemput karyawan tapi anda memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi.

Selain itu, anda juga harus bisa menekan keinginan anda untuk segala sesuatu yang praktis. Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini kita disediakan kemudahan baik dalam transportasi, berbelanja barang, dan membeli makanan dengan menggunakan sebuah aplikasi dari handphone. Disadari atau tidak, kepraktisan ini sangat mempengaruhi keuangan bulanan anda. Cobalah di bulan ini anda mengurangi frekuensi menggunakan aplikasi ini bila tidak dalam kondisi yang sangat-sangat mendesak.

Saya yakin bilamana anda memperhatikan hal-hal Sederhana yang telah dijelaskan di atas maka anda akan tetap dapat hidup dengan nyaman meski hanya mengandalkan penghasilan sebatas UMP. Kuncinya, mengetahui apa potensi anda (berapa penghasilan anda) dan seimbangkan dengan gaya hidup yang anda pilih.

Meski demikian, pilihan tetap berada di tangan anda apakah akan mengoptimalkan penghasilan anda ataukah anda hanya akan mengeluh saja?

Chao! (wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com