Follow detikFinance
Kamis, 09 Feb 2017 06:42 WIB

Lakukan Ini Bila Anda Salah Beli Produk Keuangan

Annissa Sagita - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Sebagai seseorang yang memikirkan masa depan dan juga mungkin saja sudah berkeluarga, Anda memutuskan membeli produk keuangan dari tawaran-tawaran yang ada: agen, teman, atau telemarketing. Produk keuangan yang Anda beli tersebut menawarkan beberapa manfaat misalnya proteksi, dana pendidikan, pensiun, dan lain sebagainya. Dengan memiliki produk tersebut, hati Anda menjadi tenang mengetahui bahwa Anda sudah mempersiapkan masa depan Anda dan keluarga dengan baik.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, dan mulai banyak informasi seputar perencanaan keuangan yang Anda terima baik dari media online, media sosial, media elektronik, Anda pun mulai bertanya-tanya: benarkah produk keuangan yang Anda beli? Sudahkah cocok dengan kebutuhan Anda, atau jangan-jangan justru uang bulanan/tahunan yang Anda keluarkan adalah sia-sia dan malah jadi pemborosan?

Anda lalu lebih giat mencari informasi seputar produk yang Anda miliki, baik untuk mencari pembenaran ataupun sebaliknya, mencari alasan kuat untuk membatalkan produk keuangan tersebut. Dan semakin Anda mencari maka semakin banyak informasi yang menganjurkan Anda membatalkan produk keuangan tersebut.

Lalu apa yang harus Anda lakukan?

Pertama, Anda harus memastikan Anda benar-benar salah. Anda yakin produk yang Anda miliki salah? Untuk membatalkan pembelian produk keuangan dan menarik kembali uang yang sudah Anda setorkan, tentunya Anda harus punya alasan kuat. Mengetahui di mana kesalahan Anda, mengakui dan menerima Anda salah adalah langkah pertama yang sulit dilalui sebagian orang. Anda bisa saja menyalahkan orang yang menawarkan/menjual produk tersebut kepada Anda, namun keputusan membeli/memiliki produk tersebut sepenuhnya ada di tangan Anda. Oleh karena itu, Anda punya tanggung jawab penuh terhadap produk yang Anda miliki.

Kedua, tentunya setelah mengetahui di mana kesalahan Anda, Anda harus mengetahui produk seperti apa yang Anda butuhkan/cocok dan sesuai untuk Anda. Kata kuncinya adalah kebutuhan Anda. Kebutuhan setiap orang tentu saja berbeda-beda, dilihat dari profil risiko, kondisi ekonomi, tujuan keuangan, kondisi non keuangan: keluarga, pekerjaan, kesehatan dan lain sebagainya.

Ketiga, mengetahui langkah apa yang harus Anda ambil untuk produk keuangan yang saat ini sudah terlanjur Anda miliki. Jangan sampai salah mengambil tindakan, karena salah mengambil tindakan bisa berakibat Anda akan semakin rugi: rugi uang dan rugi waktu. Ada beberapa produk keuangan yang lebih baik Anda miliki meskipun salah daripada tidak ada sama sekali, contohnya asuransi. Untuk membatalkan/menutup produk pun ada caranya agar kerugiannya bisa diminimalisir, namun seperti apa cara meminimalisirnya, perlakuan setiap produk berbeda-beda.

Keempat, apabila Anda sudah mentok, lebih baik hubungi tenaga profesional seperti para perencana keuangan yang kompeten di bidangnya. Perencana keuangan independen akan dengan senang hati membantu Anda menangani produk keuangan yang sudah terlanjur Anda beli, dan akan merekomendasikan produk yang tentunya cocok/sesuai dengan profil Anda.

Rekomendasi seperti ini tidak dapat diberikan melalui artikel/media elektronik/media lainnya, karena seperti yang sudah disebutkan di atas, kebutuhan dan profil setiap orang akan sangat berbeda-beda. Dan juga, kerugian yang Anda alami bisa jadi lebih besar daripada biaya konsultasi yang Anda keluarkan. Apalagi apabila Anda menunda-nunda untuk berkonsultasi sementara Anda sudah mengetahui bahwa produk Anda tersebut salah.

Selalu ada harga yang harus Anda bayar untuk sebuah pengalaman/pelajaran/ilmu, jadi anggaplah kesalahan Anda adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga untuk tidak diulangi lagi di kemudian hari. (wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed