Follow detikFinance
Selasa 21 Mar 2017, 06:41 WIB

Karyawan (juga) Bisa Kaya

Hasan Azzahid - detikFinance
Karyawan (juga) Bisa Kaya Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Dari pengalaman saya bertemu HRD di beberapa perusahaan, masalah utama keuangan pribadi karyawan biasanya adalah ketidakmampuan mereka dalam mengatur keuangannya sehingga berujung kebangkrutan. Kebangkrutan tersebut bukannya dikarenakan dari tidak lancarnya pembayaran gaji, namun dari karyawannya sendiri yang tidak bisa memenuhi kebutuhannya dengan gaji yang sudah diberikan. Padahal gaji yang diberikan bukanlah gaji untuk entry level.

Lalu apakah yang sebenarnya dibutuhkan agar karyawan menjadi kaya? Berikut beberapa langkah anda memulai perencanaan keuangan secara mandiri agar dapat kaya.

Niat
Tidak ada tips keuangan yang benar-benar efektif apabila tidak ada niat dari diri anda. Ketika anda bekerja, apakah niat anda? Apakah gaji yang anda terima hanya diniatkan sebagai pemenuh kebutuhan hidup anda saat ini saja? Renungkan kembali niat anda ketika menerima gaji, untuk apa gaji anda dihabiskan.

Jika anda memang ingin kaya, berarti anda harus banyak berkorban. Tidak ada pencapaian tinggi yang dapat diraih tanpa pengorbanan. Dalam hal mengatur keuangan, berarti anda harus mengorbankan keinginan anda untuk mendapatkan sesuatu yang menyenangkan saat ini demi kekayaan di masa depan. Jika anda bukan orang yang bisa menahan diri, hindarilah kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan anda konsumtif.

Niatkan lah bahwa gaji anda adalah kendaraan anda menuju kekayaan. Buanglah segala alasan yang menahan anda menjadi kaya. Niatkanlah bahwa setiap gaji yang anda dapatkan haruslah membawa anda menjadi kaya. Apabila dihadapkan oleh pilihan di mana anda harus memilih antara keinginan konsumtif dan kekayaan, anda harus memilih kekayaan di masa depan sebagai pilihan anda.

Biasakan berinvestasi
Sudah tertanam pada diri kita sejak kecil untuk diajarkan menabung, bukan berinvestasi. Secara umum, masyarakat Indonesia memang tergolong konservatif terhadap risiko, namun menginginkan hasil yang lebih. Hal ini merupakan salah satu faktor mengapa banyak masyarakat yang tertipu oleh investasi bodong.

Berinvestasilah pada produk keuangan yang diawasi oleh otoritas keuangan secara resmi. Tanamkan bahwa tingkat imbal hasil selalu berbanding lurus dengan risiko. Ekspektasi imbal hasil yang tinggi selalu diikuti dengan risiko yang tinggi pula. Karena pada dasarnya kita menjalani hidup memang tidak mungkin ada yang bebas risiko. Bahkan sebagai karyawan pun, risiko terbesar anda adalah ketika muncul pengeluaran tidak terduga yang melebihi penghasilan anda.

Anda bisa memulai membiasakan diri dengan fasilitas auto debet (jika ada). Prioritaskan pengeluaran investasi terlebih dahulu sebelum mengeluarkan pengeluaran konsumtif.

Jangan lupa berinvestasi kepada diri sendiri
Yang sering diabaikan selanjutnya oleh masyarakat Indonesia adalah berinvestasi pada diri sendiri. Maksud berinvestasi pada diri sendiri adalah mengeluarkan uang untuk meningkatkan kompetensi anda. Peningkatan kompetensi pasti akan meningkatkan kekayaan anda. Baik itu dengan cara mengetahui bagaimana meningkatkan aset, maupun meningkatkan penghasilan anda sebagai karyawan. Tentu saja jika anda punya pengalaman plus kompetensi yang di atas rata-rata, anda akan dihargai lebih mahal bukan?

Saat ini banyak sekali workshop yang dapat meningkatkan kemampuan anda. Baik itu berupa kemampuan yang sejalan dengan pekerjaan anda saat ini maupun kemampuan pendukung lainnya. Berinvestasilah pada ilmu dan rasakan lah bahwa ilmu yang dalam dan luas menuntun anda pada kekayaan. Jangan hanya mengandalkan training gratis dari perusahaan.

Miliki dana darurat terlebih dahulu
Kesalahan yang banyak orang lakukan adalah berinvestasi terlebih dahulu tanpa memiliki dana darurat. Sebagai karyawan, anda memang memiliki pendapatan yang stabil, namun harus anda sadar pengeluaran anda belum tentu bisa sama stabilnya dengan pendapatan anda. Tidak memiliki dana darurat justru dapat membuat rencana investasi anda berantakan.

Dana darurat adalah jaring pengaman anda menuju kekayaan. Apabila memang anggaran anda tidak cukup untuk berinvestasi, prioritaskan dahulu dana darurat dibanding investasi. Apabila dana darurat sudah terbentuk, anda bisa berinvestasi secara nyaman tanpa mengganggu cashflow anda.

Menentukan tujuan aset yang bisa diraih dengan gaji saat ini
Anda menginginkan membeli rumah? Hitunglah anggaran yang bisa anda sisihkan untuk membeli rumah. Apabila rumah di lokasi impian anda terlalu mahal, carilah alternatif lain yang masih bisa anda jangkau. Merencanakan keuangan bukanlah sulap yang membuat anda kaya raya dalam sekejap mata. Anda membutuhkan konsistensi terhadap rencana anda. Karena sekali lagi, tips ini seperti simpel, namun sebenarnya sangat susah dilaksanakan. Maka dari itu, niat anda untuk melakukan semua hal ini harus lurus dan kuat. Dibantu juga dengan belajar mengelola keuangan yang baik dan benar, serta belajar investasi.

Ada beberapa kelas dan workshop yang bisa anda ikuti, beberapa di antaranya : Kelas Intermediate Financial Planning diadakan akhir Maret 31, selama 3 hari, di sini anda belajar lengkap termasuk mengatur gaji bulanan, investasi, asuransi, waris, dll. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed