Follow detikFinance
Selasa 27 Sep 2016, 08:22 WIB

Uang Laki-laki - Uang Perempuan (2)

Aidil Akbar - detikFinance
Uang Laki-laki - Uang Perempuan (2) Foto: Istimewa
Jakarta - Kalau ada uang laki-laki, biar fair berarti harus ada juga uang perempuan dooonk. Kalau tulisan sebelumnya kita sudah membahas pengeluaran yang biasanya dilakukan oleh kaum pria dengan 'uang laki-lakinya', kali ini kita akan bahas pengeluaran dari 'uang perempuan'.

Lalu, bagaimana dengan pengeluaran yang juga sering dilakukan baik oleh pihak laki-laki maupun perempuan dengan jumlah yang relatif hampir sama? Ternyata ada lho. Apakah itu?

KongKow-Kongkow
Sama seperti wanita yang suka berkumpul, laki-laki pun juga suka bertemu dengan teman-teman mereka untuk sekedar ngobrol, kongkow-kongkow atau pun networking. Ngumpul bareng ini bisa dari hal-hal yang bersifat positif bahkan sampai kepada hal yang bersifat negatif. Biaya makan atau ngopi untuk kongkow ini bisa diambil dari pos uang laki-laki tersebut. Sementara untuk perempuan bisa diambil dari pos uang perempuan atau pos lainnya.

Nah, kalau kongkow termasuk aktivitas yang menghabiskan uang dari pos uang laki-laki maupun juga pos dari uang perempuan, sekarang pos-pos apa saja yang menjadi pengeluaran utama dari pos uang perempuan tersebut?

Arisan
Yes, aktivitas yang satu ini sudah berlangsung sejak zaman orang tua kita dahulu. Entah dimulai sejak kapan dan apa maksudnya, tapi bila ditelusuri dahulu arisan adalah bentuk sosialisasi dari ibu rumah tangga yang zaman dahulu kala notabene tidak bekerja di kantor, sehingga dirasakan mereka membutuhkan wadah untuk bersosialisasi.

Bila dilihat sejarahnya (dan saya masih ingat ibu saya zaman waktu saya kecil dulu), arisan selalu menggunakan barang sebagai 'hadiah' ketika anda menang arisan. Biasanya barang yang diperebutkan adalah barang kebutuhan rumah tangga seperti panci, penggorengan, peralatan makan dan lain sebagainya. Nah seiring dengan semakin banyaknya istri yang mulai bekerja dan punya penghasilan sendiri, dan semakin banyaknya peralatan rumah tangga yang bertumpuk karena dapat arisan berkali-kali, maka kultur arisan dengan barang perlahan tapi pasti bergeser menjadi arisan uang. Di sinilah mulai dipergunakan 'uang perempuan' untuk memenuhi kebutuhan arisan tersebut, baik untuk uang arisannya ataupun biaya makan minumnya.

Salon/Spa/Pijit
Salah satu hobi wanita (perempuan) adalah mempercantik diri sendiri dan memberikan 'reward' dalam bentuk perawatan untuk diri sendiri. Sebenarnya mereka juga melakukan ini tidak untuk diri sendiri tapi juga untuk pasangan mereka (demikian argument sebagian dari perempuan). Nah, untuk itulah perempuan gemar mengunjungi salon untuk mendapatkan perawatan dan mempercantik diri ini. Cuci-blow adalah salah satu kegiatan rutin yang dilakukan di hari kerja apakah sebelum berangkat kantor atau setelah pulang kantor sebelum sampai rumah.

Sementara di akhir pekan perempuan lebih sering mengunjungi salon ataupun spa komplit untuk mendapatkan perawatan seperti 'creambath', spa, lulur, pijat dan perawatan lainnya seperti medicure-pedicure alias ngurusin kuku tangan dan kuku kaki. Di sinilah 'uang perempuan' tersebut akan dibelanjakan.

Kosmetik
Masih dalam rangka mempercantik dan merawat diri, perempuan tidak segan-segan mengeluarkan biaya yang lumayan untuk membeli peralatan kosmetik. Tentu saja kosmetik import yang di endorse oleh selebriti Hollywood akan jauh lebih mahal dibandingkan membeli kosmetik lokal. Di sinilah gunanya uang perempuan.

Branded Item
Meskipun beberapa wanita bilang untuk branded item alias barang-barang bermerek mereka seharusnya minta dibelikan pasangan, tapi tidak sedikit perempuan yang menyimpan uang perempuannya untuk membeli barang-barang bermerek tersebut. Barang bermerek meliputi tas mewah, baju, sepatu, jam tangan maupun perhiasan.

Pertanyaan berikutnya adalah, seberapa besar uang laki-laki dan uang perempuan yang harus dipersiapkan?
Secara dasar sebenarnya tidak ada patokan besaran, karena sangat disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis pemakaiannya. Akan tetapi kata kunci yang selalu harus dipegang adalah, jangan sampai uang laki-laki dan uang perempuan ini mengganggu pengeluaran keuangan rumah tangga dan menyebabkan utang yang membesar dan tidak bisa dibayar kembali.

Uang ini juga harus tidak mengganggu investasi anda. Dalam banyak kasus, karena passion pada hobi tersebut, banyak laki-laki dan perempuan yang kemudian menghambur-hamburkan uangnya untuk melakukan hal tersebut. Tergantung dari jumlah penghasilan dan pengeluaran lainnya, secara persentase 5-10% dari penghasilan harusnya sudah cukup untuk dipakai sebagai uang pribadi tadi. Dan yang paling penting adalah, ketika pengeluaran rumah tangga membutuhkan biaya yang besar, maka uang laki-laki maupun uang perempuan ini harus siap untuk dikorbankan untuk memenuhi kebutuhan keluarga alias tidak dipenuhi. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed