Follow detikFinance
Senin 09 Oct 2017, 06:32 WIB

Do's & Don'ts Membeli Asuransi

Annissa Sagita - detikFinance
Dos & Donts Membeli Asuransi Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Asuransi. Produk keuangan yang banyak menimbulkan pro dan kontra. Dalam perencanaan keuangan, asuransi sebetulnya sangat dibutuhkan sebagai proteksi/perlindungan. Namun dalam praktiknya, banyak sekali terjadi salah beli asuransi. Produk asuransi pun sangat banyak dan setiap tahun perusahaan asuransi bisa mengeluarkan lebih dari satu produk baru. Belum lagi tawaran dari agen asuransi baik langsung dari saudara/kerabat/rekan, melalui telemarketing, atau customer service bank. Hal ini kerap membuat masyarakat bingung mana asuransi yang harus dimiliki. Lantas bagaimana menentukan mana asuransi yang cocok?

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membeli asuransi.

A. Do's (lakukan)

Ketahui untuk apa Anda membeli asuransi

Dalam perwujudan rencana keuangan, seiring berjalannya waktu tentu banyak risiko yang mengintai. Risiko-risiko ini tentu saja tidak bisa dihindari, namun efeknya yang merugikan ke keuangan dapat dicegah atau diminimalisir. Sebagai contoh, kematian adalah hal yang pasti terjadi ke setiap orang. Kapan terjadinya, ini yang tidak bisa diperkirakan sama sekali. Risiko dari kematian seseorang secara ekonomis akan ditanggung oleh ahli warisnya. Bisakah ahli warisnya melanjutkan hidup (secara ekonomis) atau mencapai tujuan keuangan (misalnya melanjutkan pendidikan/kuliah) tanpa mengubah drastis gaya hidup?

Jika seseorang yang punya tanggungan memiliki asuransi jiwa, maka risiko ahli waris tidak bisa melanjutkan hidup akan diminimalisir dengan adanya uang pertanggungan yang akan diterima ahli waris untuk bertahan hidup secara ekonomis.

Contoh lain, asuransi kesehatan adalah perlindungan terhadap kondisi keuangan apabila terjadi sakit. Sakit adalah risiko setiap orang, dan pengobatannya bisa jadi akan menggerogoti keuangan. Asuransi kesehatan melindungi keuangan karena akan menalangi biaya pengobatan sehingga tidak perlu menguras kantong atau menjual aset.

Aktif membandingkan produk

Sudah ketemu produk yang dibutuhkan: asuransi jiwa atau asuransi kesehatan atau keduanya? Barulah mulai mencari dan membandingkan produk. Di zaman serba online seperti saat ini, informasi tentang produk asuransi sangat mudah dicari. Belum lagi dengan banyaknya agen asuransi, Anda bisa dengan mudah meminta proposal asuransi untuk membandingkan fasilitas dan premi antara satu produk dan produk lainnya. Ingat bahwa uang Andalah yang akan digunakan untuk membayar premi, sehingga sebelum memutuskan akan menjadi nasabah Anda punya hak untuk membandingkan produk dengan seksama.

Ditawari asuransi melalui telemarketing? Dengarkan penjelasan mereka dengan baik dan tanyai dengan kritis penawaran mereka, namun jika Anda sedang tidak fokus lebih baik minta mereka menelepon kembali daripada diiyakan tanpa Anda tahu apa produk yang Anda beli/bayar. Anda juga bisa mencari tahu mengenai produk yang ditawarkan melalui internet lalu meninggalkan kontak di laman web asuransi tersebut untuk minta dihubungi kembali. Ingat sekali lagi bahwa Andalah yang memegang kontrol di sini.

B. Don'ts (hindari)

Membeli asuransi untuk tujuan selain proteksi

Saat ini banyak beredar produk asuransi yang menggabungkannya dengan investasi. Tidak ada yang salah dengan produk ini jika Anda benar-benar mengerti bagaimana sistemnya dan tidak hanya meng-iyakan saja penawaran yang datang. Umumnya produk yang menggabungkan proteksi dan investasi dibebani dengan biaya-biaya yang terkadang tidak dijelaskan secara rinci oleh agen penjual asuransi. Ditambah dengan mindset calon nasabah yang menginginkan solusi cepat dan mudah tanpa mempelajari lebih lanjut, bisa terjadi salah paham yang baru disadari nasabah di tahun kesekian setelah membeli produk dan kemudian merasa terjebak.

Hal ini bisa dihindari jika membeli asuransi yang sesuai dengan tujuan yaitu proteksi keuangan jika terjadi risiko, bukan membeli asuransi untuk tujuan keuangan yang bisa dicapai dengan investasi secara terpisah.

Percaya janji agen tanpa mencocokkannya dengan polis

"Asuransi sama dengan menabung, bedanya Anda mendapat perlindungan."

"Uang Anda akan kembali di tahun sekian."

"Anda tidak perlu lagi membayar premi di tahun ke sekian."

Sebagai konsumen yang cerdas, Anda perlu menggali lebih dalam 'janji-janji manis' para agen asuransi untuk membuat Anda membeli produknya. Agen asuransi yang baik dan berkualitas akan bersedia menjelaskan apa maksud pernyataan-pernyataan tersebut secara rinci dan juga menganjurkan produk yang benar-benar sesuai dengan profil Anda. Namun Anda juga harus mencari pendapat lain yang objektif apakah kelebihan-kelebihan suatu produk asuransi benar-benar bermanfaat bagi Anda. Tidak sedikit kelebihan produk asuransi yang dijanjikan menjadi bumerang bagi keuangan. Misalnya tidak perlu membayar premi di tahun ke sekian, sementara tetap ada premi internal yang justru diambil dari bagian investasi Anda di produk asuransi tersebut, sehingga hasil investasi Anda akan terpotong terus.

Bingung? Kurang lengkap? Mau tahu labih banyak? Ikut workshop keuangan yang banyak ditawarkan. Di bulan Oktober akan ada workshop Asuransi info bisa dibuka di sini bersamaan dengan workshop mengelola keuangan dan gaji CPMM di Jakarta info di sini sementara untuk Kaya Raya dengan Reksa Dana Jakarta info buka di sini berbarengan dengan workshop Intermediate Financial Planning info buka di sini.

Kembali lagi diingatkan, uang yang Anda habiskan untuk membayar premi adalah uang hasil kerja keras Anda, walaupun 'hanya' berjumlah ratusan ribu per bulan yang bisa Anda relakan tanpa Anda hitung-hitung, namun itu juga uang hasil keringat Anda. Jadilah calon nasabah yang cerdas dan kritis.

Semoga berguna! (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed